Lambat Tangani Polemik SMA 29 Halsel, Plt Kadikbud Malut Didemo Mahasiswa

Editor: Admin author photo
Foto: Aksi unjuk rasa mahasiswa Laromabati di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara di Sofifi.
SOFIFI – Mahasiswa Laromabati kembali mendesak Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Jafar Hamisi segera mencopot Plt Kepala SMA Negeri 29 Halsel Aswia A. Mutalib dari jabatannya. 

Desakan pencopotan Aswia A. Mutalib dilakukan melalui aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara di Sofifi, Senin (2/12/2019). Karena Plt Kadikbud Jafar Hamisi dinilai lambat menyelesaikan polemik yang terjadi SMA 29 Halsel.

Aksi berlangsung selama tiga jam di terima oleh Plt Kadisdikbud Maluku Utara Jafar Hamisi diruang kerjanya didampingi Sekretaris Disdikbud Maluku Utara Safiun Rajulan untuk melakukan hearing bersama dengan masa aksi.

Dalam hearing tersebut Mahasiswa Laromabati meminta Plt Kadisdikbud Malut mencopot Aswia A. Mutalib, karena SK pengangkatan yang bersangkutan ditandatangani Plt Kadisdikbud adalah improsedural.

Selain itu, Mahasiswa Laromabati di hadapan Plt Kadisdikbud menyampaikan Plt Kepala SMA Negeri 2 Halsel telah menggantikan spesimen tanpa ada koordinasi.

Dari berbagai tuntutan itu, Plt Kadisdikbud Jafar Hamisi mengatakan bahwa pihaknya akan menurun tim di SMA Negeri 29 Halsel menyerap aspirasi para guru dan masyarakat setempat. 

“ Iya, kita akan menurunkan tim ke Laromabati secepatnya untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Jafar menjelaskan, kenapa dirinya menggantikan Nasrun Rahman dari jabatan Kepala SMA Negeri 29 Halsel. Mengingat, yang bersangkutan telah memegang dua jabatan, sehingga hal itu menjadi pertimbangan dirinya untuk menggantikan dengan Aswiah A. Mutalib sebagai Plt Kepala SMA Negeri 29 Halsel.

“ Saya pernah tanyakan kepada Nasrun, efektif atau tidak memegang dua jabatan, namun yang jawabnya tidak efektif, sehingga diganti dari jabatannya,” ucap Jafar.

Meskipun demikian, pihak pengunjuk rasa membantah bahwa saudara Nasrun Rahman tidak lagi menjabat kepala sekolah di salah satu SMP. Hal itu dibuktikan dengan surat pengunduran yang bersangkutan.

Sementara terkait dengan perubahan spesimen, Jafar Hamisi, mengaku belum mendapat laporan mengenai persoalan tersebut.

“ Perubahan spesimen saya akan panggil yang bersangkutan (Aswia), saya baru tahu dari adik-adik mahasiswa,” tandasnya.

Walau begitu, mahasiswa Laromabati meminta Plt Kadisdikbud Maluku Utara segera mengambil sikap menghentikan polemik di SMA Negeri 29 Halsel. Pasalnya, imbas dari pemalangan sekolah menyebabkan proses belajar mengajar terhenti hingga saat ini para siswa-siswi SMA Negeri 29 Halsel tidak lagi bersekolah.

Pengunjuk rasa juga mengancam, jika tuntutan mereka tidak gubris dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Maka aksi pemboikotan akan terus berlanjut. (ric)
Share:
Komentar

Berita Terkini