LPMP Malut Gelar Diseminasi Hasil Pemetaan Mutu dan Supervisi Pendidikan

Editor: Admin author photo
Foto: Kegiatan Diseminasi pendidikan
TERNATE - Lembaga Peninjauan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku Utara menggelar “ Desiminasi Hasil Pemetaan Mutu dan Supervisi Pendidikan”. Kegiatan yang di buka Kepala LPMP Provinsi Maluku Utara La Ode Safihu di hadiri Kepala Sekolah, Kepala Cabang Dinas, dan Pengawas 10 Kab/Kota Se- Provinsi Maluku Utara, bertempat di Grand Dafam Hotel, Kota Ternate Selatan, Jumat  (13/12).

La Ode Safihu, saat di wawancarai media ini usai membuka kegiatan tersebut, ia mengatakan bahwa kegiatan desiminasi hasil pemetaan mutu dan supervisi pendidikan, ini menciptakan solusi dari permasalahan pendidikan di Maluku Utara, karena ini desiminasi hasil peta mutu pendidikan

"Di mana sebelum kegiatan ini dilakukan pengumpulan data di seluruh kabupaten/kota terkait dengan potret peta mutu, setelah data dikumpulkan dilakukan analisis data, lahirlah peta mutu lalu hari ini kegiatan di didesiminasi kan, artinya diinformasikan kepada stakeholder terkait potret satuan pendidikan kita berdasarkan delapan (8) standar nasional pendidikan," ungkapnya

Sambungnya, begitu pula sekolah-sekolah yang sudah memenuhi standar, ada yang masih level satu, dua, tiga, yang diharapkan itu sampai level lima, artinya sudah memenuhi standar nasional, tapi kondisi real yang terjadi sekolah di Maluku Utara ini masih mendominasi level empat, tiga, dua dan satu itu berdasarkan peta mutu yang dievaluasi oleh para tim pengawas satuan pendidikan dengan tim dari LPMP.

"Walaupun itu istilahnya masih sampel belum seluruh satuan pendidikan, tapi dari situ lahir sebuah potret kondisi real yang ada di pendidikan kita di maluku utara, sehingga dengan demikian maka harapannya yang rendah itu bisa diintervensi, ditindaklanjuti untuk perbaikan," ujarnya

Lanjut La Ode, kegiatan ini dilaksanakan, untuk menyampaikan hasil dari analisis peta mutu yang dilakukan LPMP bersama tim dari pengawas kabupaten/kota, lalu hari ini ditampilkan di kegiatan ini.

“ Jika ada kesalahan data,  yang namanya data itu kan berubah, dan selalu dinamis, tapi berdasarkan data setelah dilakukan finalisasi melakukan pemetaan dan kita undang kembali bersama stakeholder perwakilan dari cabang dinas semuanya, sehingga mereka melihat potret-potretnya seperti ini. Jadi data yang ada itu, karena dari kondisi lapangan dari sekolah tentu, kalaupun misalnya ada yang keliru berarti keliru pengisiannya. Tapi harapannya saya kira tidak, mereka akan lihat karena disesuaikan dengan data yang ada," jelasnya

Untuk terget kita kedepan seluruh satuan pendidikan itu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan bukan sekedar berjalan, berlari, tapi melompat untuk mengejar kemajuan, artinya ketertinggalan kita itu harus kita upayakan jangan sampai kita tertinggal terus.

"Makanya dengan adanya stakeholder pendidikan, kepala sekolah, pengawas, termasuk cabang dinas dan kepala dinas, kita berkomitmen bersama dengan LPMP itu untuk mewujudkan kemajuan pendidikan di Maluku Utara ini, maka dengan demikian masalah yang berat itu jadi ringan," tandasnya

Tambah La Ode, untuk soal masalah pendidikan di Maluku Utara ini banyak, yang utamanya persoalan tenaga kerja, yakni guru, sarana prasarana sekolah “ Ini harus lebih di perhatikan, terutama dari pemerintah di tingkat kabupaten itu sendiri, itu pun tergantung dari pendapatan daerah banyak tidak, karena Pemda pun bergerak sesuai dengan Pendapatan daerah yang ada,” ujarnya.

Harapan kedepannya bahwa masalah-masalah kekurangan guru harus segera di penuhi dan sarana prasarana harus di perbaiki, ada pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Sehingga mereka melaksanakan tugasnya secara professional.

“ Kalau guru mengajar secara professional, maka hasil pembelajarannya di lakukan kepada peserta didik lebih bagus dan siswa juga sadar untuk belajar, bahwa belajar itu bukan untuk guru dan sekolah. Tapi untuk masa depan nya,” tutup La Ode. (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini