Pj.Kades Ona Diduga Tilep Anggaran, Masyarakat Palang Kantor Desa

Editor: Admin author photo
Foto: pelamangan Kantor Desa Ona oleh warga setempat
SANANA- Masyarakat Desa Ona, Kecamatan Sulabesi Barat (Sulbar), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). Aksi unjuk rasa palang Kantor Desa, lantaran Pejabat Kepala Desa Arifin Sangadji, serta Bendahara Desa Adibing Fataruba, diduga menggelapkan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 sebanyak Rp. 247 Juta, Rabu (18/12).

Perwakilan salah seorang warga Hasbi Tidore, kepada media ini mengatakan, bahwa pekan kemarin warga Desa Ona melakukan palang Kantor Desa dan Bangunan Paud dengan tuntutan sebagai berikut.

  1. Pj Kades dan Bendahara Desa harus transpransi Anggaran DD dan ADD.
  2. 2. Warga meminta Dokumen APBDes Tahun 2016 s/d 2019.
  3. Mantan Kades dan Pj Kades serta Bendahara Desa segera Pertanggungjawabkan ADD dan DD dari Tahun 2016-2019. 
  4. Pj. Kades dan Bendahara Desa segera mempertanggungjawabkan anggaran pembangunan PAUD dan MCK yang menghabiskan Rp.247 Juta.
  5. Pejabat Desa segera mengaktifkan Sekretaris Desa Ona dan sejumlah pengurus Desa di tingkat bawah, karena diduga Pj. Kades merangkap Jabatan Sekretaris Desa Ona.

"Anehnya, Pj. Kades dengan sengaja menonaktifkan jabatan Sekretaris Desa sudah mencapai satu tahun lebih dengan alasan bahwa orang diatas (Pemda) yang atur tanpa menyebutkan siapa orangnya? apakah Bupati Kepsul Hendarata Thes atau Kepala BPMD Kepsul Abdul Fataha yang mengatur struktur pemerintahan Desa Ona", Ucap Hasbi.

Lebih lanjut, kata Hasbi, Pejabat dan Bendahara Desa Ona punya seribu alasan dan ratusan jurus untuk membohongi warga dan menakuti pemuda serta sejumlah mahasiswa dengan membawa-bawa nama Pemerintah Daerah (Pemda) serta Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kepsul sehingga dapat menutupi seluruh kebohongan pengelolaan anggaran DD dan ADD Desa Ona.

Perlu diketahui bahwa Pembangunan PAUD telah menghabiskan Anggaran Rp.170 juta dan MCK sebanyak Rp.77 juta dengan jumlah keseluruhan sebanyak Rp.247 Juta tersebut habis tanpa bukti, artinya sampai saat ini proyek pembangunan tersebut masih terbengkalai dan tidak bisa dinikmati oleh warga.

Sehingga itu, kata Hasbi, Seluruh masyarakat Desa Ona meminta kepada Bupati Kepsul Hendrata Thes dan Kepala BPMD agar segera membentuk Sekretaris Desa Ona dan Menggantikan Pj. Kades serta Bendahara Desa Ona. Selain itu, Kami juga meminta kepada pihak penegak Hukum yakni Kejari dan Polres Kepsul agar segera mengadili Pj Kades dan Bendahara Desa Ona.

"Jika permintaan kami tidak dapat di restui maka Kantor Desa dan Bangunan PAUD akan di palang untuk selama-lamanya", tutup Hasbi. (di)

Share:
Komentar

Berita Terkini