Sebut Kadiknas Kota Tidore Seperti Rentenir, Ismail : Tudingan Akun FB Onco Chaca Tidak Benar

Editor: Admin author photo
Foto: Kadiknas Ismail Dukomalamo
TIDORE-  Postingan  Akun Facebook bernama Onco Chaca diduga mengandung informasi hoaks dan berbaur provokasi dengan menyeret nama Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo dalam kolom komentar perihal  permintaan sumbangan untuk pernikahan keluarganya (Anak Piara).

Berikut isi postingan akun FB Onco Chaca “ Permintaan sumbangan kepada guru-guru untuk kepentingan anak piara kepala dinas pendidikan sangat onco sayangkan karna beban guru kasian dong p gaji pas-pasan sudah ngoni yayo deng sumbang lagi tu.....!

#Kepala dinas kong model rentenir ni.
#Kepala UPTD Diknas Kecamatan Tidore & Tidore Timur

Foto: isi postingan 
Isi postingan itu tanggapi serius oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo  mengatakan bahwa tudingan miring yang disebarkan oleh pemilik akun bernama Onco Chaca sesungguhnya tidak benar, pasalnya terkait dengan hajatan yang dilakukan oleh keluarganya tidak pernah ia instruksikan kepada dewan guru untuk memberikan sumbangan. Bahkan hajatan tersebut sebagian besar dewan guru tidak mengetahui, karena undangan yang disebarkan juga terbatas.

"Saya tidak pernah perintah Guru-Guru untuk memberi sumbangan, karena kami dari pihak keluarga sudah menyiapkan semuanya, bahkan rencananya hajatan yang mau kami buat ini juga tidak besar dan banyak orang juga belum tahu, itu yang membuat saya heran dengan informasi ini, namun setelah dikroscek ternyata penyebar informasi itu adalah Akun Palsu yang tidak jelas identitasnya,” ungkap Ismail Dukomalamo kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang kerjanya Rabu, (11/12/2019).

Lebih lanjut, untuk memastikan informasi tersebut, Ismail terus menelusuri dengan memanggil Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Tidore dan Tidore Timur, Ahmad Nurul Hasan yang namanya juga ikut disebutkan dalam postingan status milik Onco Chaca untuk dimintai klarifikasi di ruang kerjanya.

Dan dalam forum klarifikasi itu, senada juga disampaikan Ahmad Nurul Hasan dia mengaku bahwa apa yang dituduhkan pemilik akun bernama Onco Chaca terhadap Kepala Dinas Pendidikan adalah sebuah kebohongan, sebab terkait dengan persoalan bantuan dalam bentuk sumbangan, Kepala Dinas Pendidikan tidak tahu menau akan persoalan tersebut, bahkan tidak pernah memerintahkan untuk Dewan Guru, Pengawas maupun Kepala Sekolah untuk berpartisipasi, Melainkan hal itu dilakukan karena inisiatif dari Ahmad Nurul Hasan sendiri sebagai wujud kepedulian antara sesama.

"Soal sumbangan ini sudah biasa dilakukan secara internal oleh dewan guru, Kepala Sekolah dan Pengawas dan itu dilakukan secara ikhlas, misalnya ada yang punya keluarga meninggal atau menikah maka kami berpartisipasi untuk memberikan sumbangan, jadi kalau ada yang tidak mau partisipasi juga tidak masalah, karena sumbangan ini tidak bersifat wajib atau memaksa," jelas Ahmad.

Hanya saja, Dalam postingan Onco Chaca yang termuat di kolom komentar telah memotong sebagian percakapan Ahmad di bagian pertama yang menyebutkan sumbangan tanpa paksaan, bahkan sebelum Ahmad mengajak Dewan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas berpartisipasi memberikan sumbangan, Ahmad juga telah meminta maaf jikalau nantinya niat baik beliau dianggap negatif. Namun pada prinsipnya dia hanya bermaksud peduli terhadap sesama.

Meski begitu, di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Ahmad menyampaikan permintaan maaf yang mendalam, karena berdasarkan inisiatifnya tanpa sepengetahuan Kepala Dinas Pendidikan, sehingga membuat masalah tersebut menjadi viral dan nama baik dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan juga ikut diseret oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab seperti Onco Chaca yang merupakan pemilik akun palsu di media sosial (Facebook).

"Dari masalah ini saya sampaikan ke pak Acan (Ahmad) untuk diambil hikmahnya, dan saya berharap ke depan, jika ada urusan yang menyangkut dengan internal atau dengan saya, tolong dikoordinasikan lebih dulu sebelum mengambil tindakan, sebab dengan adanya persoalan ini secara pribadi saya merasa sangat dirugikan,” tandasnya.

Sekedar diketahui, akibat dari postingan Onco Chaca yang berbau provokasi dan hoax itu, menjadikan kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan sebagai korban bullyan sejumlah netizen, bahkan dari postingan tersebut sudah terdapat 23 pengguna medsos yang menyukai, dan 56 komentar serta 2 kali dibagikan oleh pengguna medsos lainnya. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini