Sidang Amdal PT. Tri Mega Bangun Persada Mendapat Penolakan

Editor: Admin author photo
Foto: Unras Frontal Malut tolak sidang PT. TBP 
TERNATE – Front Anti Tambang dan Limbah (Frontal) Maluku Utara menolak sidang Rapat Komisi Penilai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT. Tri Mega Bangun Persada yang dilaksanakan di Hotel Grand Dafam Kota Ternate, Senin (23/12/2019).

Hal itu dikemukkan Koordinator Aksi Zulfandi Gani bahwa dasar penolakan ini disebabkan masyarakat yang terkena dampak tidak dilibatkan dalam sidang Amdal. 

“ Penolakan ini, karena dua desa yang terkena dampak, yakni Desa Soligi dan Desa Kawasi tak dilibatkan dalam sidang tersebut,” teriak Zulfandi.

Zulfandi berpendapat, apakah yang dilakukan oleh sidang Komisi Amdal hal itu sudah menyimpang dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2017 tentang pedoman keterlibatan masyarakat dalam proses Amdal dan izin lingkungan. 

Olehnya itu, aksi ini sebagai imbauan kepada seluruh masyarakat Mauku Utara mari sama-sama melindungi laut kita dari limbah pertambangan, karena pencermatan kami ini merupakan   kejahatan kemanusiaan dan lingkungan.

“ Kami penolak pembuangan limbah ke laut, ini nantinya akan memutus mata pencarian nelayan yang tinggal di pesisir pantai,” terangnya.

Zulfandi menambahkan bahwa aksi unjuk rasa ini juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara membatalkan sidang Amdal PT. Tri Mega Bangun Persada.

“ Kami juga meminta KPK menelusuri indikasi mafia Amdal yang dilakukan DLH Provinsi Maluku Utara,” tegasnya.

Selain itu, Frontal Maluku Utara meminta DLH Provinsi Maluku Utara konsisten mengawasi para pihak pembuat Amdal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, tutupnya. (riel)
Share:
Komentar

Berita Terkini