Wujud Toleransi Saat Natal, Umat Islam Ikut Jaga Gereja di Minsel

Editor: Admin author photo

Foto: Gp Ansor, Banser, Kepolisian dan Ormas Waraney juga Warga Muslim saat mengamankan pengamanan perayaan Ibadah Natal

MINSEL- Perayaan hari Natal di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tiap tahunnya selalu dengan warna toleransi. hal ini dibuktikan dengan keterlibatannya Umat Islam dalam menjaga gereja-gereja selama perayaan Natal 2019. di Desa Sapa salah satunya, kebiasaan ini menjadi tradisi yang sudah lama terbangun.

Budianto Abdul salah satu anggota Gp Ansor yang ikut menjaga gereja di Desa Sapa, Kecamatan Tenga mengatakan bahwa, seperti tahun-tahun yang lalu kenyamanan umat Kristiani ketika merayakan Natal menjadi prioritas umat islam yang ada di Minsel.

Foto: Umat Islam yang ikut menjaga Gereja di desa Sapa saat Ibadah Natal

"Kebiasaan menjaga gereja bagi kami adalah kebiasaan yang sudah lama kami lakukan. ini sebagai bentuk toleransi yang selama ini kami bangun didesa kami, dan sebaliknya demikian. ketika perayaan idul fitri umat kristiani juga melakukan hal yang sama," Jelasnya.

Sementara Itu Herry Adrian Torar warga desa Sapa Induk yang berprofesi sebagai anggota Kepolisian Polsek Tenga ini, mengapresiasi keterlibatan umat muslim dan ormas islam dalam pengamanan ibadah Natal.

"Keterlibatan Umat muslim dan ormas islam dalam mengamankan gereja merupakan tradisi yang lahir dari nilai-nilai kearifan lokal yang patut di apresiasi," Kata Herry

Terpantau di Desa Sapa ada dua gereja yang berlokasi di jalan trans yang di jaga oleh umat islam dan Ormas islam seperti Ansor dan Banser. (Ir)
Share:
Komentar

Berita Terkini