Wujudkan Maluku Utara, Provinsi Informatif, Diskominfosan Gelar Pelatihan

Editor: Admin author photo
Foto: Guntur Sudirman 
TERNATE - Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi Maluku Utara menggelar Pelatihan "Mewujudkan Maluku Utara Provinsi Informatif Melalui Peningkatan Peran PPID,” yang dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara di Ternate, Rabu (18/12/2019).

Hadir sebagai narasumber Tenaga Ahli Komisi Informasi RI, Soekartono dan peserta yang hadir pada kegiatan pelatihan tersebut khusus internal P2UPD Provinsi Maluku Utara berkisar 30 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Informasi dan Kapasitas Sumber Daya Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Provinsi Maluku Utara, Guntur Sudirman, mengatakan kegiatan pelatihan ini, pertama, dalam rangka pembentukan fasilitas pengembangan produktivitas daerah (PPD). Kedua, untuk sinergi pekerjaan terutama dalam pelayanan informasi, karena  PPD utamanya ada di Kominfo dan PPD pembantunya ada di pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (P2UPD).

"Jadi tujuannya untuk memberikan pemahaman, yang pertama tentang teknis-teknis pekerjaan pelayanan informasi, kedua melatih, jadi ini tidak sekedar teori, tapi juga memberikan pelatihan bagaimana membuat daftar isian informasi, bagaimana membuat uji konsekuensi informasi, hasil akhirnya untuk mewujudkan Maluku Utara, provinsi informatif. informatif artinya terbuka, transparan, terhadap pelayanan informasi," ungkapnya.

Adanya  kegiatan tersebut, Ia berharap ada peningkatan pelayanan informasi, artinya masyarakat juga diuntungkan, ada transparansi program kegiatan, karena memang ada undang-undang yang menjamin soal keterbukaan informasi.

"Target ke depannya peningkatan pelayanan informasi, melalui PPD, tadi ada PPD utama, dan PPD pembantu, jadi yang pertama tata kelola informasi, kedua ada penyusunan daftar isian informasi dan uji konsekuen,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk peserta yang hadir dari internal pemprov dari P2UPD yakni sekretaris dan kepala seksi evaluasi pelaporan, kenapa sekretaris dan kepala seksi yang di undang, karena mereka itu pusat data, satu kepala kantor dan satu yang perencanaan pelaporan.

"Jadi di undang untuk berikan pemahaman, melatih bagaimana mereka untuk memberikan pelayanan informasi," tutupnya. (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini