Akibat Virus Corona, Salah satu Mahasiswa Asal Minsel Tertahan di Cina

Editor: Admin author photo

Foto: Mahasiswa Asal Surut Tertahan Di Bandara China Kota Beijing



MMINSEL - Puluhan mahasiswa asal Sulut yang sedang menuntut ilmu di sejumlah Universitas di Provinsi Jiangsu Cina masih tertahan di Negeri tirai bambu tersebut. Mereka belum dapat kembali ke tanah air di tengah ancaman terserang virus Corona yang sedang melanda Cina.

Salah satu mahasiswa yang tertahan di Cina adalah warga asal Kabupaten Minsel, Kintan Saerang salah satu mahasiswa asal Tompaso baru, Kecamatan Tompaso yang belajar di Jiangsu Vocational Collage of Medicine, tak bisa pulang ke tanah air.

Informasi yang diterima media ini, persediaan makanan disana sudah mulai habis. Sedangkan Toko-toko makanan sebagai besar sudah tutup. mereka terancam kelaparan bila tidak secepatnya dipulangkan.

"Di provinsi Jiangshu masih ada 60-an mahasiswa tertinggal. Dari Kota Wuhan memang jaraknya cukup jauh sekitar 8 jam naik kereta. Tapi peyebaran virus Corona sangat cepat, kami khawatir akan itu. Apalagi dengan isolasi yang sedang dilakukan oleh pemerintah Cina. Selain itu juga persediaan makanan sudah menipis. Kami minta agar dapat dibantu pulang ke tanah air sebelum ada penutupan semua penerbangan," tutur Kintan saat dikonfirmasi melalui via whatsapp.

Lanjut Kintan rekan mahasiswa yang kini bersamanya, tertahan tidak dapat pulang ada tujuh orang. Mereka sudah dapat booking tiket ke Indonesia tapi oleh pihak maskapai penerbangan dicancel. Saat ini sedang mengurus pengembalian uang di bandara.

"Torang yang ada sama-sama disini delapan orang. Selain kita ada Syalom, Vira, Theresia, Sefty Christy, Raitsa dan Evan. Sekarang (saat dikonfirmasi kemarin siang, red) sedang menuju bandara menuntut doi tiket yang so dpa cancel mar blum se bale," tukasnya.

Lanjut dikatakanya sudah ada kepastian tiga orang tidak dapat pulang karena di cancel, sedangkan lima orang mendapat penundaan keberangkatan. "Memang lima orang dari kami dikatakan dapat berangkat pulang, tapi belum tahu kapan. Soanya belum ada pemberitahuan hari dan jam. Jadi masih menunggu lagi. Ada ketidakpastian lantaran kebijakan penutupan seluruh penerbangan. Apalagi info penerbangan ke Manado juga ditutup," keluhnya.

Sementara itu Jerry Bokau, orang tua dari mahasiswa yang menuntut ilmu di Cina memintakan peran aktif dari pemerintah. Sebab ancaman virus dan kondisi mereka disini memprihatinkan. Apalagi kalau pemerintah Cina sampai menutup total semua penerbangan.

"Untung saja kita pe anak sudah pulang sebelum virus menyebar. Tapi teman-temannya yang masih tertinggal mengeluh karena kesulitan pulang. Belum lagi ancaman kekurangan makananan. Kiranya dapat menjadi perhatian pemerintah," harapnya. (Ir) 
Share:
Komentar

Berita Terkini