Aksi Heroik Dua Wartawan Selamatkan Seorang Gadis dari Pemerkosaan

Editor: Admin author photo
Foto: Keluarga korban saat melaporkan kasus pemerkosaan di Polres Kepsul 
SANANA- Sikap kedua wartawan, yakni Sarmin Drakel dan Rismit  Teapon patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, dua wartawan media Online yang bertugas di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) itu berhasil menyelamatkan Mawar (14 Tahun) bukan nama asli yang nyaris diperkosa.

Peristiwa heroik ini yang terjadi pada jumat (10/1) dini hari, sekira pukul 02.00 waktu setempat. Kejadian itu bermula ketika Sarmin melintas di areal pertokoan Desa Fagudu, Kecamatan Sanana hendak pulang ke kamar kosnya di Desa Fogi. Di tengah malam sunyi itu tiba-tiba mendengar suara teriak minta tolong.

Sarmin terkejut mendengar teriak tersebut dengan spontan. Ia menghentikan sepeda motor yang di kendarainya untuk mencari sumber suara dibalik  sebuah lorong pertokoan nan sepi itu, tiba-tiba suara teriak dan bunyi langkah kaki  menghampirinya meminta tolong, ternyata  seorang gadis lugu nan polos penuh ketakutan berlarian ke arahnya dengan suara tak karuan untuk meminta perlindungan.

"Saya baru habis makan di Mangon dan mau pulang ke kos, namun ada gadis belia minta tolong jadi saya berhenti, anak perempuan ini   belakangan di ketahui salah satu pelajar di Sula. Bahkan sampai kencing celana, om tolong Beta, om tolong Beta, Beta mau diperkosa,  saya tanya pelakunya dimana, korban langsung menunjukkan ke arah lorong pertokoan. Nah,  di situ sambil  telepon teman saya Rismit (wartawan Radar Investigasi), "katanya.

Sambil menunggu Rismit, Sarmin lantas meminta Mawar untuk menunjuk pelaku yang saat itu bersembunyi di belakang pertokoan. Sayangnya, pelaku lebih dulu kabur saat melihat Mawar bersama Sarmin. Belakangan diketahui, pelaku berinisial M, warga Kecamatan Sanana. 

"Saya sempat kejar dia (pelaku-red), tapi pelaku melarikan diri. Jadi saya amankan motornya ke jalan, dan minta Rismit untuk jaga motor pelaku dan saya bawa Mawar ke kantor polisi untuk membuat laporan polisi, "ungkap Sarmin.

Tak berselang lama, Polisi datang ke TKP dan mengamankan motor tanpa pelat dan bodi yang diduga milik pelaku untuk dibawa ke Polres. 

Sementara Mawar di hadapan polisi menceritakan, peristiwa itu bermula ketika dirinya bersama salah satu teman pulang ke rumah usai nonton acara pesta ronggeng di Desa Mangon kompleks Arpon. Saat Mawar dan temannya hendak pulang, namun belum sampai ke rumah tiba-tiba pelaku datang dalam keadaan mabuk marah-marah sembari mengaku dirinya sebagai keluarga Mawar. Tanpa curiga, Mawar langsung naik ke motor pelaku. 

"Dia mengaku kalau dia itu saya pe sodara jadi saya juga tidak curiga dia langsung suru saya naik motor,” beber Mawar di hadapan Polisi.

Lanjut Mawar, pelaku lalu membawanya ke areal belakang pertokoan. Di lokasi itu, pelaku lantas menampar Mawar berulang kali hingga dia merasa pusing. Dalam kondisi lengah itulah, pelaku yang sudah tak tahan langsung berusaha melucuti celana dan pakaian korban. Di sisa tenaganya korban berusaha melawan dengan meminta tolong. 

"Saya langsung berusaha lari dan tahan motor sambil minta tolong ke dia, "ungkap Mawar di hadapan polisi.

Tidak butuh waktu lama, pelaku berhasil di ciduk anggota Intelkam Polres Kepsul. Saat ini pelaku sudah diamankan dan akan dimintai keterangan. Senada Rismit mengaku di telepon oleh Sarmin untuk menolong korban yang mau diperkosa.

"Saya di telepon jadi langsung bangun menuju ke TKP, "pungkas Rismit. (di)
Share:
Komentar

Berita Terkini