Aprima Tampubolon Bakal di Jemput Paksa

Editor: Admin author photo
Foto: Tersangka Aprima Tampubolon
TIDORE- Aprima Tampubolon kembali tak memenuhi panggilan penyidik Polres Tidore Kepulauan (Tikep). Dia (Aprima-Red) sebelumnya dua kali mangkir panggilan polisi sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik Wakil Walikota Tikep  Muhammad Sinen melalui media sosial (Medsos).

Di ketahui, tersangka Aprima Tampubolon, pada panggilan kedua sedang berada di luar daerah sampai tanggal 13 Januari. Hal itu berdasarkan pemberitahuan surat kuasa hukum tersangka di tandatangani Romi Jafar dan Maharani Karoline yang disampaikan kepada penyidik.

Ironisnya, pada tanggal 13 Januari lalu. Tersangka Aprima Tampubolon belum memenuhi panggilan penyidik Polres Tikep.

“ Saudara Aprima ini kita tunggu sampai pukul 00:00 Wit kemarin malam. Tersangka belum juga memenuhi panggilan penyidik, dan tak ada konfirmasi balik dari pihak tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tikep, AKP Dedy Yudanto, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/01/2020).

Lanjut Dedy, ketidakhadiran tersangka Aprima Tampubolon pada panggilan kedua oleh penyidik dalam kasus pencemaran nama baik. Maka penyidik akan memanggil paksa tersangka.

“ Kami akan melayangkan surat pemanggilan ketiga sekaligus dengan surat  perintah membawa tersangka dalam rangka proses selanjutnya,” ujar Kasat.

Sekedar ketahu, tersangka Aprima diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan fitnah kepada Wawali Kota Tikep Muhammad Sinen melalui medsos (faceebook) pada tanggal 23 Juli 2019 nan silam.
Di mana, tersangka memposting Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). Atas dugaan pemukulan dirinya (Aprima-Red) yang dilakukan oleh Wakil Walikota Tikep.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut. Tersangka Aprima Tampubolon dikenakan Pasal 45 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik beserta Pasal 13 KUHP dengan ancaman 4 tahun penajara.(Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini