DD Capalulu Menguap, Inspektorat Dikepung

Editor: Admin author photo
Foto: Demonstrasi
SANANA—Kepulan asap hitam dari ban yang dibakar tampak bagai suasana huru-hara. Ratusan warga Capalulu mengamuk di halaman Kantor Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), di Jalan Yos Sudarso Nomor KM 10, Senin (20/01/2020). Kantor Inspektorat dikepung dan diblokade selama aksi demo berlangsung.

Warga Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepsul, merasa berang terhadap sikap pihak inspektorat. Pasalnya, pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2018 ditengarai disalahgunakan namun hasil audit inspektorat tak memuaskan. Tak ada temuan.

Padahal, perkara ini telah menjadi buah bibir di masyarakat sejak tahun 2016 hingga kini. Hanya saja, pihak inspektorat cuma tenang-tenang saja. Akibatnya, tak heran bila hampir seluruh warga Capalulu berunjuk rasa di Kantor Inspektorat. Setidaknya ini merupakan akumulasi dari puncak kekecewaan warga terhadap Inspektorat. Terlebih lagi, dalam aksi demonstrasi itu warga Capalulu menyatakan bahwa Kepala Desa (Kades) Capalulu dan pihak Inspektorat Kabupaten Kepsul saling bermain mata.

Pengelolaan Dana Desa (DD) Capalulu sebesar Rp1 Miliar lebih, lantas dipertanyakan. Mereka menuntut kasus penyalahgunaan DD 2016-2018 di Desa Capalulu segera dituntaskan. Karena, bagi mereka hasil audit Inspektorat sarat rekayasa. Artinya, warga menganggap hasil audit Inspektorat tak sesuai dengan kenyataan dilapangan. Bahkan, penanganan perkara ini dianggap jalan di tempat.

Koordinator Lapangan (Korlap) demonstran, Sahrul Ipa, menyatakan bahwa Kades Capalulu harus segera ditindak. Kades Capalulu, Ali Umasangadji, dianggap tidak transparan dalam pengelolaan DD. Selain itu, kata Sahrul, Ali Umasangadji juga tidak mengaktifkan program pemberdayaan masyarakat, termasuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Ironisnya, Sahrul Ipa menambahkan, pemerintah desa tak pernah melibatkan pihak terkait dalam pembinaan APBdesa dan RKPdesa. Bahkan, lebih tragis lagi, kata Sahrul Ipa, selama menjabat sebagai Kades Capalulu, Ali Umasangadji tak pernah menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara transparan di hadapan masyarakat.

"Tapi ada apa dengan Inspektorat, sehingga hasil audit tidak memuaskan masyarakat, tidak sesuai fakta dilapangan, banyak masalah tetapi di dalam hasil auditnya tidak ada. Saya menilai Kepala Inspektorat dengan Kepala Desa sengaja membohongi masyarakat Capalulu," sembur Sahrul, penuh sesal.

Setali tiga uang, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepsul, Saiful Sibela, senada dengan Sahrul Ipa. Saiful menyoroti hasil audit pihak Inspektorat Kepsul yang tampak janggal.

“Penyalahgunaan dana desa sebesar Rp1 Miliar lebih, ternyata yang tertulis di dalam hasil audit Inspektorat hanya Rp128 Juta. Ini kan naif dan memalukan, dikhwatirkan ada kong-kali-kong antara Inspektorat dengan Kepala Desa Capalulu,” ungkap Saiful Sibela, dalam orasinya.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Idham Sanaba, mengajak warga demonstran untuk duduk semeja di Kantor Inspektorat. Lucunya, dalam hearing (dengar pendapat-Red) terbuka itu, Idham Sanaba yang mewakili Kepala Inspektorat Kepsul tak bisa menjawab keresahan warga Capalulu. 

" Kami akan sampaikan kepada beliau (Kepala Inspektorat-Red) nantinya,” kata Idham Sanaba kepada seluruh warga Capalulu.

Diketahui, Kepala Inspektorat tengah berada diluar daerah. Jadi, kita tunggu saja hingga Kepala Inspektorat tiba. Karena, hingga berita ini dirilis, Kepala Inspektorat tak dapat dihubungi melalui telepon selulernya. (di)
Share:
Komentar

Berita Terkini