Kanwil DJP Suluttengomalut Serahkan Tersangka Kasus Pidana Pajak ke Kejaksaan

Editor: Admin author photo
Foto: Tersangka Direktur CV Gane Mandiri saat diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara
TERNATE – Penyidik Pajak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttengomalut) melalui Korwas PPNS Kepolisian Daerah Maluku Utara telah menyerahkan tersangka SD selaku Direktur CV GM disertai dengan Barang Bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Kamis (16/01/2020).

Direktur CV GM tersebut diduga kuat telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan. Lucunya, tersangka SD ketika menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT Masa PPN Masa Juni 2012) dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap, dan tidak menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah dipungut pada masa pajak Juni, Juli, September, Oktober, dan  Desember 2012.

Kasus CV. GM ini terbongkar. Ketika Tim Penyidik Pajak Kantor Wilayah DJP Suluttengomalut telah melakukan penyidikan terhadap tersangka SD yang diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berupa tidak menyampaikan SPT Masa PPN Masa Pajak Juli s.d Desember 2012.

Akibat, perbuatan tersangka telah menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp. 646.865.374,00. Selain itu, perbuatan tersangka SD telah melanggar Pasal 39 Ayat (1) huruf c, huruf d, dan huruf i Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 tahun 2009 (UU KUP) yang diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Keberhasilan penanganan tindak pidana di bidang perpajakan ini merupakan wujud koordinasi yang baik antara aparat penegak hukum pada Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Polda Maluku Utara dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

“ Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan keseriusan dalam melakukan penegakan hukum  (law enforcement)  dalam bidang perpajakan di wilayah Provinsi Maluku Utara,” ujar Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelegen Perpajakan Saepudin kepada wartawan di Ternate, Kamis (16/1).

Saepudin mengatakan kasus ini menjadi perhatian dan peringatan kepada seluruh Wajib Pajak yang ada di Maluku Utara khususnya dan di wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Pajak pada umumnya agar melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan benar yaitu memotong, memungut, menyetor pajak yang terutang ke kas negara melalui bank persepsi atau kantor pos, serta mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dengan benar, lengkap, jelas dan melaporkannya  ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, tegasnya.

Kepala KPP Pratama Ternate, Herry Wirawan, menambahkan mengenai status tersangka, apakah yang bersangkutan di tahan atau tidak oleh JPU.

 “ Iya kami masih menunggu informasi dari pimpinan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herry mengatakan kasus tindak pidana di bidang perpajakan baru pertama di tangani oleh Kanwil DJP Suluttengomalut.

“ Kasus ini baru pertama. Kami akan seriusi penanganannya. Olehnya itu, para wajib pajak yang melakukan penggelapan dan penyimpangan itu akan kami tangani dengan serius,” tegasnya.

Herry menambahkan kepada pelaku wajib pajak harus melakukan dengan baik dan benar. 

“ Jika ada kesulitan, maka silahkan datang ke Kantor Pratama dan perpajakan Kota Ternate untuk mendapatkan penjelasan,” tuturnya. (riel)
Share:
Komentar

Berita Terkini