Pengusaha Batu Angus Dilaporkan ke Polisi

Editor: Admin author photo
Foto: Pelapor Mustafa Sidayat ketika di wawancarai awak media di Kantor Direskrimsus Polda Maluku Utara
TERNATE -  Warga Kelurahan Tabam, Kota Ternate, resmi melaporkan pengusaha batu angus Machmud Esa ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut, Kamis (9/1).

Machmud Esa dilaporkan ke polisi, lantaran aktivitas penambangan batu pada Lahan batu angus di RT 004 RW 002 Kelurahan Tabam kota Ternate.

“ Kita sudah laporkan hal ini ke Ditreskrimsus, karena aktivitas penambangan batu yang dilakukan H. Machmud Esa dinilai salah, dan kami juga menanyakan izinnya itu betul-betul terpenuhi atau tidak, karena dia mengklaim memiliki lahan dengan luas 4,5 Hektar. Ini kan aneh karena bicara batu angus itu bukan milik siapa-siapa,” ungkap Mustafa Sidayat.

Mustafa menjelaskan, jika merujuk pada izin prinsip penataan ruang dari Dinas Penanaman modal dan PTSP Kota Ternate lokasi pengelolaan lahan yang di miliki bersangkutan letak di RT 009 RW 004 Kelurahan Sango, Kata Sidayat, tapi kegiatan penambangan batu saat ini kan masuk wilayah kelurahan Tabam.

“ Kalau izin dari PTSP kota Ternate dengan nomor 503/113/IPPR/DPMPTSP/VIII/2019 yang mereka miliki sebagai dasar, itu lokasinya di sango bukan di tabam," ujarnya.

Lebih lanjut, Mustafa mengatakan dilaporkannya aktivitas penambangan pengelolaan lahan batu angus ke pihak penegak hukum agar masalah ini dapat diselesaikan, sebab pemanfaatan lahan yang dilakukan Machmud Esa ini hanya mengambil keuntungan pribadi dari potensi batu angus untuk di jual ke kontraktor.

“ Kami berharap jika kepolisian bisa mengambil langkah cepat, apabila penambangan batu Machmud ini tidak memiliki izin maka segera dihentikan” pungkasnya.

Lurah Tabam, Umrah Latif, menambahkan masalah ini agar secepat dapat di selesaikan karena ini menyangkut dengan tapal batas wiliyah. Apalagi, kata Umrah, ini merupakan potensi mata pencarian dari pada masyarakat yang ada di Kelurahan Tabam mulai sejak dahulu sampai saat ini.

" Jadi kita lihat penambang yang ada di kelurahan tabam itu bukan dari sekarang. Tapi sejak dari turun temurun dari moyang mereka hingga sampai sekarang,” ujarnya.

Umrah menegaskan, jikau kalau masalah ini tidak di selesaikan secara hukum masyarakat Kelurahan Tabam punya mata pencariannya apa. “ Harapan satu-satunya masyarakat Keluarahan Tabam hanya dengan mata pencarian ini,” pungkas Umrah.

Umrah menyebutkan informasi di himpun dari masyarakat penambang kemarin mereka di panggil Polres Ternate. Kata Lurah, di dalam surat tersebut tertulis di larang keras untuk melakukan penggalian di ariel batu angus. 

Sementara penjelasan Macmud Esa bahwa  areal itu sudah di beli/di bayar.

" Jadi masyarakat yang ada di situ dilarang keras, kalau sampai meraka melakukan aktivitas di situ maka, meraka akan di polisikan,” tegasnya.

Umrah berharap muda-mudahan kasus ini dapat di buka dan diungkap siapa di balik permasalahan ini.

“ Mudah- mudahan aparat penegak hukum dapat menyelesaikan persoalan ini siapa aktor di balik permasalahan tersebut,” tutupnya. (tim)


Share:
Komentar

Berita Terkini