Pilkada Lebih Penting Dari Pilkades, Ini Tanggapan Kabag Pemerintahan

Editor: Admin author photo
 Kapala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Aswin Soamole (sumber foto : ist)

SANANA-Kapala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) geram mendengar sikap Ketua Komisi I DPRD Kepsul yang tidak mau menunda Pilkades 2020. Sebab telaah dan analisa kondisi di lapangan yang cukup rawan berdasarkan hasil Rapat dengan pihak Kesbangpol Kepsul dan Intelejen, karena penundaan tersebut juga berkaitan dengan pelaksana Pilkada di 2020.

Kabag Pemerintahan Kepsul Aswin Soamole menuturkan, penundaan Pilkades serentak dengan dalih untuk menjaga stabilitas sosial menjelang Pilkada 2020 sesuai dengan analisa Kesbangpol dan pihak Intelejen

"Bukan Pemda tidak melaksanakan Pilkades, tetapi masalahnya karena di 2020 ini kita akan melaksanakan hajatan nasional yaitu pemilihan Kepala Daerah secara serentak," ungkap Aswin saat ditemui media ini di ruang kerjanya.

Lanjut Aswin mengingatkan hajatan nasional lebih penting dari pada hajatan daerah, otomatis harus didahulukan.

"Kalau kita jalankan Pilkades  maka yang terjadi konflik dua kubu antara menang dan kala, yang menang agak mendingan tetapi yang kala pasti cari-cari keselahan atau buat masalah dan itu akan terjadi gejolak politik di masyarakat serta akan mengganggu hajatan nasional Pilkada 2020. Itulah yang menjadi akar persoalan sehingga Pilkades harus di tunda hingga masuk 2021," paparnya.

Menurut Aswin jalan dan tidaknya Pilkades itu dikembalikan kepada kepala daerah.

"Saya ini baru menjabat sebagai Kabag Pemerintahan dan saya masuk disini itu Perdanya Pilkades suda ada, anggaran juga sudah ada, cuman masalahnya kondisi lapangan yang tidak membaik ketika Pilkades dijalankan, makanya harus ditunda karena momentum Pilkada juga sudah jalan, takutnya mengganggu hajatan Pilkada," tutup Aswin. (red-Id)
Share:
Komentar

Berita Terkini