Tersangka Aprima Tampubolon Menolak Tandatangani BAP, Ada Apa?

Editor: Admin author photo
Kasat Serse Polres Tidore AKP Dedy Yudanto sumber foto : poskomalut.com

TIDORE- Aprima Tampubolon tersangka dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Wakil Wali Kota Tidore  Muhammad Sinen melalui media sosial (Faceebook) menolak menandatangani berita acara pemeriksaan ( BAP) sebagai tersangka.

Bahkan kasus ini sudah ditindaklanjuti Mapolda Malut tetapi yang bersangkutan menolak menandatangani Berita Acara Perkara.

"Perkembangan kasus Aprima sudah kami tindaklanjuti Senin kemarin di Mapolda Malut, bersangkutan menolak mendatangani BAP sebagai tersangka dan menolak menandatangi berita acara penolakan," Kata Kasat Serse Polres Tidore AKP Dedy Yudanto kepada sejumlah wartawan Selasa (27/1/2020).

Menurut Dedy, bukan hanya Aprima yang menolak menandatangi berita acara itu namun penasehat Hukumnya juga bersikap yang sama.

"Kedua melakukan menolak penandatangan berita acara itu, ketika dihubungi kembali tetap tidak mau menandatangani, sama halnya dengan Aprim menolak tanda tangan dengan meninggalkan ruang pemeriksaan," ungkap Dedy.

Kendati demikian, penolakan Aprima dan Kuasa Hukumnya tidak menghentikan proses tahap selanjutnya.

"Direncanakan pada Kamis 30 Januari nanti akan dilakukan tahap I ke Kejaksaan Negeri Tidore dengan berita acara penolakan diatas penolakan yang nantinya ditanda tangani penyidik, sesuai arahan berita acara dan dokumentasi akan dimasukan dalam dokumen berkas untuk diserahkan ke Kejaksaan sambil menunggu petunjuk selanjutnya pada tahap II, tersangka tidak kami tahan karena ancamanya hanya 4 tahun  Penjara," terang Dedy.

Tambah Dedy, alasan penolakan Aprima menandatangani berita acara karena merasa di kriminalisasi atas kasus yang menimpahnya, akan tetapi apa yang kami kerjakan sudah sesuai dengan prosedur," tambanya. (Red-Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini