Bangun Kebudayaan, Danny Missy Dapat Apresiasi Dari Menko PMK

Editor: Admin author photo
Danny Missy Saat menerimah Penghargaan (foto : Hms) 

JAILOLO - Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi memberikan apresiasi kepada Bupati Halmahera Barat (Halbar) Danny Missy yang menjadikan Budaya sebagai satu komponen rekonsiliasi antara umat di Halbar.

Apresiasi dari Menteri PMK itu, saat Bupati Danny menjadi narasumber pada acara Dialog Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/Walikota dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Banjarmasin, Jumat (07/02/2020).

Acara Dialog Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang digelar di Lobi Utama Hotel Mercurue itu, 10 Bupati/walikota penerima anugerah kebudayaan menyampaikan materi tentang kebudayaan dihadapan Menteri PMK Muhadjir Effendi, Ketua Dewan Pers Muhammad Nooh, Ketua PWI Pusat Atal Sembiring dan Para Budayawan dan Akademisi.

Namun dari penyampaian materi kebudayaan 10 Bupati/walikota, Menko PMK Muhadjir Effendi hanya memberikan apresiasi kepada Bupati Danny.

Bupati Danny saat menyampaikan materi dialog mengatakan, Kabupaten Halmahera Barat adalah salah satu daerah konflik horisontal, namun halbar juga salah satu daerah yang paling tercepat di daerah konflik yang melakukan rekonsiliasi konflik horisontal.

"Maluku Utara ada empat kesultanan yakni Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo. Tapi Jailolo merupakan Kesultanan tertua di Maluku Utara," ungkapnya.

Politisi PDI-Perjuangan Halbar ini menjelaskan, ada 169 Desa di Halbar yang saat ini sudah mulai mengembangkan nilai nilai kebudayaan, bahkan di halbar, ada 17 Desa masuk desa wisata, selain itu ada pengembangan 7 suku asli yang saat ini berkolaborasi dan elaborasi menampilkan tarian tarian sebagai pemersatu dalam ikatan kerukunan antara umat.

Tarian yang di kembangkan sesuai karakteristik 7 suku asli yang mengangkat tentang potensi budaya, rempah, pariwisata dan kelautan.

Potensi ini dijadikan sebuah tarian konterporer budaya yang saat ini sudah mendunia melalui kretif koreografi ternama Eko Suprianto.

"Jadi hadirnya tarian kontemporer yang sudah menjelajah dunia ini, bagian dari menunjukan betapa hebatnya budaya untuk mempersatukan bangsa dan dunia," tegasnya

Orang nomor satu di Pemkab Halbar ini mengaku, puncaknya budaya ini mendunia, adalah bagian dari pikiran dan gagasan Menteri PMK sebagai pencetus Undang-undang nomor : 5 tahun 2017, tentang pemajuan kebudayaan di Indonesia.

"Dari Pemajuan kebudayaan inilah, dituangkan dalam dokumen pokok pokok pikiran kebudayaan yang melahirkan rekonsiliasi," pungkasnya.

Mendengar penyampaian Bupati Danny, Menko PMK Muhadjir Effendi langsung memberikan apresiasi kepada Bupati Danny, karena keseriusannya dalam memajukan budaya yang dituangkan dalam dokumen pokok pokok pikiran Pemajuan kebudayaan.

"Hadirnya tarian kebudayaan dan melestarikan budaya, merupakan kunci membangun toleransi yang baik, jadi sangat mengapresiasi pokok pikiran kebudayaan yang disampaikan oleh pak Bupati Danny,"ujarnya disambut tepuk tangan dari peserta dialog.

Usai dialog, Bupati Danny langsung memberikan cendramata berupa Syal dari bahan ecoprint dan plakat pemda halbar kepada Menteri PMK Muhadjir Effendi, Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan dan Ketua PWI Pusat. (red-zu3)
Share:
Komentar

Berita Terkini