Camat Oba Tengah Minta Pemdes Terbuka Soal DD

Editor: Admin author photo
Camat Oba Tengah Rudy Ipaenin (foto:ist)

TIDORE- Dengan maraknya penyalagunaan Dana Desa (DD) di berbagai wilayah di Indonesia khususnya di Kota Tidore Kepulauan. Camat Oba Tengah Rudy Ipaenin minta Masyarakatnya memahami 11 ciri-ciri dana desa bermasalah.

Rudi menyampaikan kepada masyarakat Kota Tidore kepulauan Khusunya di Kecamatannya harus mengetahui, mengawasi jalanya pelaksanaan dan pengelolaan dengan 11 ciri penyalagunaan Dana Desa.

"Dalam beberapa kesempatan pada kegiatan ditengah-tengah Masyarakat, Saya selalu sampaikan ke Masyarakat Desa, ada 11 ciri-ciri pengelolaan dana desa yang belum transparan dan itu wajib dilaporkan masyarakat kepada instansi terkait," ajak Rudy kepada media ini melalui via seluler. Rabu (5/2/2020).

Lanjut Rudy, ke 11 ciri ketidak transparanya Pemerintah Desa dalam mengelola dana Desa satu diantaranya kades pegang uang desa dan disalurkan ke rekening pribadinya.

"Pertama tidak ada papan proyek Desa, Perangkat Desa maupun Lembaga Desa. Kedua pengurusnya Keluarga Kepala Desa semua ketiga BPD Pasif alias makan gaji buta. Ke empat kades pegang semua uang, Bendahara hanya berfungsi menarik uang di Bank saja," sebut Rudy.

"Banyak kegiatan terlambat pelaksanaannya dari Jadwal, Padahal Anggarannya Sudah Ada. Musdes pesertanya sedikit dan  wajah-wajah yang hadir itu-itu saja dari tahun ke tahun, bahkan yang kritis biasanya tidak diundang," sambung Rudi.

Lebih lanjut Rudi bilang kepala desa jangan marah ketika ada masyarakat yang menanyakan anggaran Desa.

"Berikutnya pengelolaan bumdes tidak Berkembang, Belanja Barang dan Jasa dilakukan langsung oleh Kades, dan tidak ada Sosialisasi terkait kegiatan kepada masyarakat serta Pemdes marah ketika ada yang menanyakan Anggaran kegiatan dan Anggaran Desa serta," tambanya.

Kata Camat. Bahkan yang lebih parahnya jika kades hanya memperkarya diri sendiri.

"Kades dan perangkat dalam waktu singkat, bisa membeli mobil, tanah dan membangun rumah dengan harga biaya ratusan juta padahal penghasilan Kades dan perangkat tidak Sesuai dengan apa yang terlihat sebagai pendapatannya," terangnya.

Atas 11 ciri-ciri tersebut ia mengajak masyarakat Oba Tengah agar bersama mengawasi pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2020 demi terwujudnya Desa yang maju, mandiri, sejahterah dan demokratis.

"Saya berharap masyarakat lebih kritis terhadap desanya dan pemdes pun harus lebih terbuka terhadap penggunaan DD," ajak Rudy. (red)
Share:
Komentar

Berita Terkini