Dua Bulan, PA Tangani Sepuluh Pernikahan Siri dan Enam Kasus Perceraian

Editor: Admin author photo
Foto: Ketua Pengadilan Agama Amurang Nur Amin, S.Ag., M.H.

MINSEL- Fenomena nikah siri atau kerap diistilahkan dengan nikah di bawah tangan masih marak di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dari jumlah rekapan atas perkara isbat nikah yang masuk ke PA Amurang. Pada kurun waktu Januari hingga Februari 2020 ini, tercatat ada 10 perkara.

Sementara pada periode 2018 angka isbat ini sekitar 30 perkara dan 2019 ada sebanyak 20 perkara.

"Dibadingkan dengan tahun 2018 dan tahun 2019 angka perkara isbat di tahun 2020 sampai saat ini, Masuk pada kami sebanyak 10 pekara pada dua bulan ini, sementara total jumlah perkara isbat pada tahun 2018 sekitar 30 perkara dan di 2019 menurun sebanyak 20 perkara," Tutur Nur Amin Ketua Pengadilan Agama Amurang, Senin (24/02).

Sementara untuk kasus perceraian menurut Amin, masih terbilang stabil dengan hanya mengantongi kurang lebih 50 kasus di tahun 2018 dan 2019.

"Untuk kasus gugatan perceraian, di tahun 2018 ada sekitar 23 kasus dan 2019 ada 22 kasus. sementara untuk tahun 2020 sampai saat ini kami menerima sebanyak 6 kasus gugatan perceraian yang masuk," Tambahnya.

Namun menurutnya ada yang lebih fenomenal pada tahun ini, yaitu kasus pernikahan dibawah umur pasca UU No 16 thn 2019 tentang perubahan Atas UU No 1 thn 1974  tentang Perkawinan, dimana batas usia minimal perkawinan bagi wanita dipersmakan dengan umur pria, 19 tahun.

"Untuk dispensasi Nikah sejauh ini kami sudah menerima sebanyak 4 perkara yang bulan ini akan disidangkan. dan dari semua kasus untuk gugatan perceraian didominasi usia rata-rata 30 tahun semantara perkara isbat itu didominasi usia diatas 50an tahun, kalau dispensasi nikah tentunya didominasi usia 15 sampai 16 tahun, anak tang belum cukup umur," Tutupnya. (Ir)
Share:
Komentar

Berita Terkini