Gelar Deklarasi, FNKSDA Kota Ternate Minta Dukungan NU Dan Ansor

Editor: Admin author photo
Foto bersama usai Deklarasi dan Dialog (foto :ist) 

Ternate-Komite Daerah (Komda) Front Nahdliyyin untuk kedaulatan sumber daya alam (FNKSDA) Kota Ternate menggelar deklarasi sekaligus dialog publik di Taman Milenesia, Kelurahan Gambesi,  Ternate Selatan. Sabtu (22/02).

Dialog dengan mengusung tema posisi NU dalam merespon perampasan ruang hidup dan krisis lingkungan di Maluku Utara itu, mengharapakan dukungan dari NU Maluku Utara dan Gerakan Pemuda Ansor.

Ketua Komda Upiawan Umar mengatakan Front Nahdliyyin untuk kedaulatan sumber daya alam (FNKSDA) yang di deklarasikan pada 8 Desember 2013 di Pondok pesantren Tebuireng, Jombang memiliki tujuan Memperkuat dan mendukung perjuangan Ekonomi Politik dan kultural masyarakat Korban Konflik Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia. Dan mengkokohkan kedaulatan masyarakat dalam tata milik, tata kelola dan tata guna Sumber Daya Alam (SDA).

Lanjut Upiawan mengatakan kondisi sosial-ekologi-politik yang melahirkan FNKSDA adalah maraknya perusakan ruang-ruang Hidup dan dan tanah air oleh ekspansi kapitalisme Indonesia.

"Secara Subjektif Kehadiran FNKSDA di Ternate adalah menjawab kebuntuhan atas absenya Anak-anak Muda Nahdliyin dalam perjuangan penyelamatan sumber daya alam dan Lingkungan hidup dari Ekspansi Industri Ekstraktif di Maluku utara, Sejak Era Orde baru hingga Reformasi persoalan perampasan ruang hidup masih terus massif menimpa Warga di Indonesia dan Lebih Khususnya di Maluku Utara," ungkapnya.

Lanjut Upiawan mengatakan jauh dari Itu Ekspansi industri ekstraktif di Indonesia semakin masif ketika dalam sebuah pertemuan Chief Executife Officer (CEO) APEC, di Nusa Dua, Bali 6 Oktober 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempromosikan MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011-2025.

"Melalui MP3EI inilah pemerintah mengakapling-kapling wilayah Indonesia menjadi 6 (enam) koridor ekonomi untuk Menghasilkan andalan-andalan Komoditas Global, Sulawesi dan Maluku Utara masuk dalam koridor Ekonomi MP3EI  yang menjadi Pusat Produksi dan pengelolaan Hasil Pertanian, Perkebunan, Parawisata, dan Perikanan Nasional dengan Fokus Sektor Tanaman pangan, industri Perkebunan, perikanan, Pertambangan Nikel dan mas, kehutanan, dan Parawisata Nasional," ungkapnya lagi.

Bahkan Upiawan bilang melalui MP3EI inilah justru memperburuk keadaan ruang hidup dan lingkungan di Maluku Utara , Laporan KPK di tahun 2017 izin usaha Pertambangan (IUP) Di Maluku Utara sebanyak 313 ijin, selain itu juga  dalam Peta investasi dan daya Rusak di Maluku utara yang di keluarkan oleh aman Malut bahwa, Terdapat 19 IUPHHK-HA/HTI dan 4 Ijin perkebunan kelapa sawit.

"Mengutip dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), merilis laporanya mengenai daya rusak Pertambangan yang di alami oleh warga di Maluku utara adalah warga kehilangan kebun sagu, kelapa dan pala, sumber air minum warga hilang karena tercemar Limbah tambang, akses masyarakat terhadap hutan hilang dan wilayah tangkapan nelayan hilang," katanya.

Tidak sampai disitu Komda FNKSDA Kota Ternate juga mengungkapkan akan banyak hutan di Maluku Utara yang rusak.

"Selain itu Juga di tahun 2018 Forest Wstch Indonesia (FWI) Merilis data defrostasi hutan yang terjadi didaratan Maluku utara dari Tahun 2013-2016, Luas hutan Maluku Utara di tahun 2016 : 1,51 juta hektare (48%) Defrostasi Hutan dari tahun 2013-2016 sebesar 157 Hektare yang luas daratan di Maluku utara 3.1 juta Hektare," sebut Upi.

Atas kondis Objektif inilah FNKSDA hadir di Ternate menyerukan kepada seluruh warga nahdliyin dan warga Maluku utara untuk berjihad melawan ekspansi industri ekstraktif yang telah merampas ruang hidup dan menciptakan krisis sosial, ekologis terhadap warga di Maluku Utara

"Dialog dan Deklarasi ini dengan tujuan mendapat dukungan NU kota Ternate, GP Ansor Kota Ternate dan seluruh Banon-banon NU atas Kehadiran FNKSDA Di Kota Ternate untuk membangun konsolidasi gerakan agraria di lintas anak muda nahdli
yin dan rakyat untuk berlawan, " tutup Upiawan.  (tim-red)
Share:
Komentar

Berita Terkini