Kisruh Tapal Batas, Warga Dua Desa Baku Hantam dengan Batu

Editor: Admin author photo
Warga dua desa saat baku hantam dengan batu

SANANA- Kisruh tapal batas antar dua desa di Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) berujung saling serang menggunakan batu.

Kekisruhan itu dipicu rencana pembangunan Gapura Desa Wailau yang terletak dibatas wilayah Desa Pastina yang sedang disengketakan dua desa itu.

Ratusan warga yang tidak terima dengan rencana yang melintasi wilayah sengketa itu terlibat saling serang menggunakan batu.

Beruntung peristiwa itu berhasil diredakan oleh  Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Sula, dan Kodim 1510/Sanana.

Akibat kejadian itu, Kapolres AKBP Muhammad Irvan dan Kasdim Kodim 1510/Sanana langsung menghadirkan pemerintah kedua desa, pemerintah Kecamatan dan beberapa tokoh masyarakat untuk rapat di Aula Kodim 1510/Sanana siang tadi.

Namun dalam pertemuan tersebut tidak ada titik penyelesaian. "Nanti kami akan memfasilitasi rapat kembali di Polres Kepsul pada Senin (24/02/20) besok, dalam rapat tersebut kami akan mengundang pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan kedua pemerintah desa Wailau dan Pastina", jelas Kapolres Kepsul, AKBP Muhammad Irvan, kepada sejumlah awak media.

Kapolres yang berada di lokasi kejadian mengaku bahwa pihaknya tetap siagakan personil untuk perbatasan kedua desa tersebut.

"Dengan jarak sekitar seratus meter, hingga penyelesaian tapal batas bersama Pemkab Kepsul itu ada hasilnya. personil tetap disiagakan untuk tidak terjadi bentrok," cetusnya.

Ia menjelaskan, ini merupakan permasalahan lama yang belum ada penyelesaian terkait tapal batas antar dua desa ini. "Desa Wailau sementara ini ada perlombaan antara desa, sehingga masyarakat Wailau mau buat Gapura, dan masyarakat Desa Pastina menyangka itukan batas desa mereka, maka terjadilah selisih paham. Jadi itu masalah awalnya," terang Kapolres

"Untungnya ada kesiapan anggota kita baik TNI/Polri, sehingga mereka bisa memberikan penjelasan dan bisa meredakan persoalan ini", tambah Kapolres.

Menutup wawancara itu kapolres bilang jika ada yang membuat gerakan tambahan akan langsung ditangkap.

"Dalam persoalan ini, kami sudah membuat kesepakan di rapat bersama kedua pemerintah desa serta tokoh masyarakat lainnya, bahwa jika ada oknum yang sengaja membuat gesekan, berupa lemparan, maka kita langsung angkat bawa ke Polres," tegasnya. (red-di)
Share:
Komentar

Berita Terkini