Pihak Keluarga Minta PT. ARA Ganti Rugi Lahan

Editor: Admin author photo
Ilustrasi

Haltim, Penggunaan lahan milik Perseroan Terbatas (PT)  Alam Raya Abadi (ARA) di Dusun Sagu Desa Lolobata masih menyimpan segudang polemik dengan pemilik lahan Keluarga Kasiruta.

Hal ini ditunjukan dengan Keluarga Kasiruta yang merasa dirugikan atas pengambilan lahan sepihak yang dilakukan PT. ARA.

Bahkan permasalah ini pihak keluarga Kasiruta juga telah melaporkan kepada pihak berwajib.

"Keluarga telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian dalam hal ini Kapolsek Wasile," ungkapnya. salah Satu Keluarga Kasiruta Jainudin Ahadi, melalui via seluler. Kamis (13/02).

Lanjutnya mengatakan surat itu kemudian dijanjikan akan di tindak lanjuti dan akan memanggil oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan dusun sagu sebagai hak milik mereka.

"Salasatunya Yahoka, Amyu dan yang dipercayakan dua oknum tersebut adalah Mei, untuk mengurus proses penyelesaian sengketa ini," sebut Jainudin.

Masih Jainudin mengatakan berdasarkan silsila dari keturunan kasiruta ternyata pihak-pihak yang disebutkan adalah orang-orang yang hanya mengatasnamakan hak milik, demi mendapatkan keuntuangan-keuntungan.

"Awal keluarga ini tidak tahu, bahwa sagu itu telah dirampok oleh pihak pihak yang di sebut tadi," akuinya singkat.

Atas tindakan tersebut PT.ARA diminta segera mengganti rugi lahan yang sudah di timbun.

"Saat ini wilayah Telaga di gusur habis dan membuat sagu di sekitarnya menjadi mati dan perusahan segera memulihkan pohon sagu itu," pinta Jainudin.

Sementara itu Koodinator aksi Bakri Kie mengatakan kali ini Keluarga Kasiruta kembali menuntut hak kepemilikan berkaitan dengan persoalan penggusuran dari PT Alam Raya Abadi, di Dusun Sagu Talaga Mou Mou, Desa Lolobata.

"Pihak keluarga merasa dirugikan sehingga atas nama keluarga besar kasiruta menuntut keadilan didepan pihak perusahaan," ujarnya.

Ia mengatakan tuntutan yang pertama adalah segera pihak perusahaan selesaikan masalah lahan di Dusu Talaga Mou Mou.

"Kemarin kami dari keluarga menunggu informasi dari koodinator lapangan Jainudin Ahadi Dkk, di panggil pihak perusahaan bersama pihak polsek tepatnya kantor Desa Subaim, pemdesnya untuk bicarakan permasalahan ini," ungkapnya.

Ia berjanji akan melakukan aksi pemboikotan aktivitas perusahaan di lahan tersebut jika tindakannya tidak diindahkan.

"Kami akan melakukan pemboikotan aktivitas perusahan tersebut karena tuntutannya ke pihak pursahaan secara cepat dan menganggap bahwa ini tanggung jawabnya untuk diselesaikan," kata dengan nada tegas.

Sampai berita ini dipublikasi pihak terkait masih dalam usaha konfimasi kami. (red)
Share:
Komentar

Berita Terkini