PKC PMII Malut Peringati Haul M. Iqbal Assegaf Ke-21

Editor: Admin author photo
Foto bersama (foto:gm)

Ternate - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) PKC PMII Maluku Utara menggelar dialog pergerakan dalam memperingati Haul M. Iqbal Assegaf ke-21. Jumat (14-02).

Kegiatan yang di fokuskan di Aula Graha IKA PMII Malut itu mengusung tema mengenang sang aktivis yang dilupakan (PMII dan kepemimpinan Masa Depan). 

Menghadirkan sahabat sahabat alumni serta kaders PMII di Kota Ternate.

Yulif Assegaf Ketua PKC PMII kepada media Ini mengatakan Sosok M. Iqbal Assegaf mungkin terdengar asing bagi aktivis mahasiswa era milenial, namun tidak bagi aktivis masa Orde Baru. Nama M.Iqbal Assegaf menjadi sosok yang cukup terkenal pada masanya dan menjadi teladan bagi mahasiswa Maluku Utara saat itu.

"Pada masa kejayaannya, beliau dikenal sebagai sosok yang inspiratif. dan disegani kalangan aktivis mahasiswa kala itu. Beliau juga terbilang sebagai salah satu aktifis yang turut andil dalam masa transisi Orde Baru ke era Reformasi. Sebuah prestasi yang jarang dimiliki oleh mahasiswa Maluku Utara kala itu," ungkap Yulief.

Lanjut Yulif bilang Sosok Almarhum Iqbal menjadi menjadi sangat terkenal saat sukses menjadi Ketua Umum PB PMII masa khidmat 1988-1991 dan menjadi tokoh yang sangat dikagumi oleh mahasiswa – mahasiswa yang berasal dari Maluku Utara.

"Tak hanya sampai di situ, Iqbal juga sukses menjadi ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, sebuah organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama 1995-1999, serta menjadi Anggota DPR dari fraksi Golkar 1998-2003," sebut Yulif.

Masi Ketua PKC PMII Malut mengatakan Beliau adalah satu-satunya orang yang menjadi keterwakilan generasi muda Maluku Utara yang bisa sukses dalam kancah nasional.

"Saya pikir, sosok M.iqbal Assegaf perlu menjadi tokoh inspiratif kalangan generasi muda masa kini, terkhususnya bagi mahasiswa yang bergelut di dunia aktivis, bahwa anak dari desa terpencil pun mampu untuk bersaing sampai menjadi orang yang diperhitungkan dalam kancah nasional asalkan memiliki tekad yang kuat dalam berproses menjalani kehidupan," terangnya.

Menutup wawancara itu Yulif mengatakan, meski beliau telah tiada namun tidak salah jika nama M. Iqbal Assegaf di abadikan sebagai nilai dan spirit juang generasi saat.

"Mungkin saja, di abadikan dalam sebuah lembaga, atau insitute sebagai bagian dari penghormatan kita untuk terus menerus memelihara gagasanya, agar nantinya diteruskan di setiap generasi. Dan kita perlu meniru beliau. Al-fatihah untuk sang Aktivis," tutup Yulif. (re
Share:
Komentar

Berita Terkini