TPID Kota Kediri Terbaik se Jawa-Bali Mendapat Kunjungan TPID Kepsul

Editor: Admin author photo
Foto bersama (sumber :ist) 

SANANA - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menerima kunjungan kerja dari TPID Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) di Command Center Kota Kediri, Senin (10/2).

Kedatangan rombongan TPID Kepsul Malut yang dipimpin langsung oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Arif Umasugi dan diterima langsung oleh Kepala Bappeda Kota Kediri, Edi Darmasto, bersama Kepala Tim Advestory Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kediri, Rizal Moelyana.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Kepsul, Arif Umasugi mengatakan, kunjungan kerja kali ini di Kota Kediri, ini merupakan ajang Capacity Building serta angka knowledge sharing antara daerah dalam rangka penguatan pengendalian inflasi di daerah.

Kata Arif, yang juga selaku Ketua Rombongan Kepsul ini, Kota Kediri sudah memperoleh penghargaan TPID terbaik se Jawa-Bali tiga tanun berturut-turut. Hal itu yang mendasari rombongannya melakukan kunjungan ke Kota Kediri.

"Saya mengapresiasi kinerja TPID Kota Kediri, dalam menjaga inflasi di Kota Kediri agar tetap terkendali. Kata Arif, Rombongan TPID Kepsul Malut juga menggali informasi tentang mekanisme pelaksanaan kegiatan TPID di Kota Kediri, khususnya kegiatan Operasi Pasar Murni (OPM) dan kersama dengan derah atau mitra usaha", ujarnya.

Menurut Arif, dengan adanya Studi Banding TPID ini, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kedua daerah khusunya dalam pengendalian inflasi di daerah, sambungnya.

Terpisah, Kepala Bappeda Kota Kediri, Edi Darmasto, menyampaikan, ada 5 faktor kunci keberhasilan TPID Kota Kediri diantaranya,

1. Adanya Komitmen yang kuat dari Walikota beserta jajarannya.
2. Menjalankan strategi 4K dengan sungguh-sungguh.
3. Adanya analisis yang tajam dari BI selaku anggota TPID dalam menghadapi gejolak harga pangan dan non pangan serta merumuskan kebijakan untuk penanggulangannya dengan melibatkan BPS sebagai narasumber.
4. Pemimpin selalu hadir ketika terjadi kesulitan masyarakat saat harga bergejolak dan saat pasokan tidak lancar.
5. TPID yang solid responsif, inovatif, sinergis, harmonis dan tidak birokratis.

Sementara Tim Advistory Pengembangan Ekonomi BI Kediri, Rizal Moelyana menjelaskan, terkait mekanisme dan kriteria penilaian atau pengukuran kinerja TPID berprestasi tingkat Kabupaten Kota non-IHK tahun 2020 ini.

"Kegiatan-kegiatan inflasi sudah dilakukan, tetapi masi banyak titik-titik lemah yang perlu dipelajari, sehingga bisa diterapkan dalam lesempatan ini. Menurutnya, bagaimana tata kelola TPID Kota Kediri sehingga berhasil," tutupnya. (red-di)
Share:
Komentar

Berita Terkini