Anton Hardi Resmi Pimpin GP Ansor Pulau Taliabu

Editor: Admin author photo
Anton Hardi Saat memberikan Sambutan (foto:ist)

Taliabu- Konferensi pimpinan cabang (Konfercab) ke 1 Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang di gelar sejak Jumat (6/3) sampai minggu (8/3/2020) kemarin dibalai Kantor Desa Kilong Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu akhirnya menyepakati Anton Hardi sebagai ketua Cabang GP Ansor Pultab masa khidmat 2020-2024.

Anton Hardi terpilih melalui forum musyawarah mufakat mengalahkan rivalnya Sumardin Udin  yang diikuti oleh seluruh peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP-Ansor Pultab yang telah terbentuk di beberapa kecamatan yang ada di Pulau Taliabu. 
Saat di konfirmasi oleh media ini, melalui Via Whatshaap pribadinya, Senin (9/3/2020) Anton Hardi menyampaikan terimah kasih kepada semua kader-kader Muda Nadhatul Ulama (NU) atas amanah yang telah di titipkan kepadanya.

"Saya sangat berterimah kasih kepada seluruh kader-kader Muda NU, baik senior dan warga Nahdhiyin lainnya sudah memberikan kepercayaan memimpin Ansor Taliabu selama 4 tahun kedepan. sebab bukan hanya saya yang memenuhi syarat untuk jadi ketua pimpinan cabang, ada 6 orang putra Taliabu telah mengikuti pelatihan Kepemimpinan Lanjutan di Pemuda Ansor dan itu syarat utama menjadi ketua cabang," ungkapnya.

Anton juga berpendapat bahwa Muslim di Taliabu secara amaliah-nya mereka NU atau NU kultur sehingga ke depan dirinya akan membuat yang kultur tersebut menjadi Strukrur.

"Jadi amanat ini saya terimah lahir bathin. saya akan bergerak cepat dan tepat untuk menghimpun para pemuda Taliabu untuk membesarkan NU di Taliabu. sebab mayoritas muslim di Taliabu ini amaliah-nya NU. tinggal kita perkenalkan NU kepada mereka. maka pasti otamatis akan menerima NU dengan lapang dada. Jadi tugas kami di PC GP Ansor Taliabu tinggal Strukturkan yang kultur," cetus Anton yang juga mantan Aktifis PMII kota Makassar itu.

Masih Anton, dirinya menyadari bahwa di Taliabu sudah ada bibit-bibit Wahabian dan ideologi transnasional lainnya. sebab semenjak terekspos ke publik bahwa GP Ansor melakukan kaderisasi tgl 6-8 maret kemarin. muncullah akun-akun palsu di media sosial yg sangat subjektif menyerang Ansor.

"Mempelestkan nama Ansor dengan tulisan Ensoor, Ancor bahkan salah satu akun palsu di grup Taliabu Comunity menyebutkan taliabu dalam bahaya karena sudah masuk front penghancur Islam," kata Anton.

Atas hal ini, dirinya sangat menyayangkan sebab yang mesti di taburkan adalah perdamaian bukan marah.

"saya sagat sayangkan akun palsu itu dalam mempelestkan nama Ansor. itu bentuk profokasi yanh tidak bertanggung jawab. Kalau dia beragama mestinya dia taburkan perdamaian, karena islam yg dibawa Nabi Muhammad SAW itu ramah bukan marah," jelasnya.

Anton juga mengatakan bahwa Gerakan pemuda ansor ini memiliki sejarah panjang dan didirikan oleh salah satu ulama besar.

"Mereka tidak sadar bahwa yang di dirikan Gerakan pemuda Ansor ini adalah Ulama Besar dan disegani dimata dunia islam. KH. Abdul Wahab Hasbullah. sebagai perintis awal pada tahun 1924 dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). sekaligus beliau yang memberi nama itu," sambungnya.

Lanjutnya nama Ansor itu diambil dari nama kehormatan yg diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yg telah berjasa kepada agama dan segenap jiwa raga menerima dan melindungi Nabi SAW dalam urusan dakwah.

"Dengan demikian pemberian nama  Pemuda Ansor dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta teladan terhadap sikap, perilaku dan semangat Para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor (Penolong serta pelindung)," paparnya.

Atas komitmennya terhadap keutuhan hidup berbangsa dan bernegara, Anton mengaku dirinya siap membesarkan NU di Taliabu.

"Sebagai kader Muda NU kami siap menerima segala resiko untuk membesarkan NU di Taliabu. jangankan berhadapan dengan wacana, dengan fisik juga kami siap jika ada gangguan dari pihak manapun. apalagi ada oknum-oknum yang membawa isu SARA utk memecah belah umat ber-agama dan negara," terangnya.

Ansor di dirikan bermaksud membela agama sekaligus negara sebagai mana dari pemberian nama awal syubbanul Wathan (Pemuda Tana air) jadi kami siap membela tanah air kami, Indonesia," tuturnya.

"Saya akan maksimalkan segala potensi kader, akan gandeng para senior. akan melakukan komunikasi dan konsolidasi ke pemerintah setempat, baik pemda, Kepolisian dan TNI dan akan meminta dukungan penuh dari kepala Daerah dalam membina para pemuda  untuk menciptakan pemuda pemudi yang cinta agamanya sekaligus cinta tanah airnya," tambanya.

Bukan hanya itu, Anton juga mengatakan bahwa untuk melahirkan kader yang tangguh agar bisa mendeteksi prilaku sekelompok orang yang sering menggunakan jubah agama demi kepentingan, maka GP Ansor akan melaksanakan Diklat Terpadu Dasar.

"Dalam Harlah GP Ansor yang ke 86 yg jatuh pada 24 April mendatang, saya akan melakukan pelatihan lagi. tapi bukan lagi PKD karena PKD sudah kemarin. saya akan melakukan DIKLAT TERPADU DASAR (DTD) agar malahirkan para kader yang tangguh dan lebih wasdiri. agar alumni DTD nanti mampu memetakan idiologi dunia dan yang ada di indonesia sekaligus mampu mengetahui dan mudah mendeteksi kelompok-kelompok yang sering menggunakan juba agama demi kepentingan kelompoknya," Tutupnya.(Ari/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini