Bawaslu Minsel Nonaktifkan Sementara Panwas Kecamatan, Kelurahan dan Desa

Editor: Admin author photo
 Eva Keintjem (Ketua Bawaslu Minsel)
MINSEL- Pemerintah Pusat dan KPU RI telah sepakat untuk menunda pilkada serentak. Penundaan ini terkait dengan mewabahnya virus corona yang sudah memakan banyak korban jiwa di Indonesia.

Penundaan pilkada serentak tersebut melahirkan keputusan baru dari Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) untuk menonaktifkan seluruh pengawas pemilu dari tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.

Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem, Selasa (31/3/2020) mengatakan ada 347 orang yang menjadi pengawas pemilu dan staf. Penonaktifan itu akan berlaku mulai 1 April 2020.

Ketua Bawaslu Minsel, Eva Keintjem
"Teman-teman ini hanya dirumahkan sementara menunggu sampai adanya kejelasan pilkada serentak. Kalau sudah ada kejelasan mereka akan diaktifkan lagi," kata dia.

Eva Keintjem melanjutkan penonaktifan ini termasuk untuk staf yang ada di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan. Dengan begitu semuanya tak akan mendapat honorarium lagi.

"Kalau tahapan pilkada dihentikan berarti tidak ada pengawasan (kinerja) dari panwas. Karena honor mereka berdasarkan kinerja," ujar dia lagi. (Ir)

Share:
Komentar

Berita Terkini