BKD Polisikan Pembuat Onar

Editor: Admin author photo
Foto: salah satu oknum pembuat onar di ruang BKD Malut
SOFIFI—Ruang Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku Utara (Malut), di Jalan Trans Halmahera, di kawasan Gosale Puncak, Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, ricuh. Selasa (17/03) sekitar pukul 11.30 Bagian Timur Waktu Indonesia (BTWI), itu, sekelompok orang mengamuk di markas BKD.

Usut punya usut, rupanya segererombolan orang tersebut tak lain adalah loyalis Wakil Gubernur (Wagub) Malut, M. Al Yasin Ali. Para pendukung Wagub ini tak terima baik atas pelantikan pejabat eselon II yang telah dilantik Gubernur Malut, H. Abdul Gani Kasuba. Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) ini sebelumnya telah dilaksanakan pada Senin (16/03).

Rupanya, pelantikan tersebut berbuntut panjang. Itu menyusul jatah 02 Malut alias Wagub tak terakomodir. Untuk itu, para pendukung Yasin Ali mengamuk di kantor BKD Provinsi Malut. Tak sebatas itu saja. Kelompok Wagub ini bahkan secara terang-terangan mengancam untuk melakukan aksi brutal. Para pegawai BKD diancam diberi bogem mentah bila tak memberitahukan keberadaan Kepala BKD Provinsi Malut, Drs. Idrus Assagaf.

Walau sudah melakukan aksi premanisme dan intimidasi terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut, namun para pembuat onar itu justru mengaku sebaliknya. Salah satu Loyalis Yasin Ali seperti yang terekam hiden camera, meyatakan kedatangan mereka hanya untuk mencari Kepala BKD, Idrus Assagaf, dan Iwan Baha, selaku Kepala Bidang (Kabid) Mutasi, Promosi dan Pengembangan Karir Aparatur BKD Malut. "Kami tidak bikin kaco (onar-Red). Kami hanya cari pimpinan kalian. Jadi kalian tidak perlu takut," kata salah seorang loyalis Wagub kepada pegawai BKD. 

Para simpatisan 02 Malut itu boleh saja beralasan tak bikin ulah. Namun, tindakan mereka justru sangat mengusik para pegawai di sana. Buktinya, saking ketakutan, salah satu Kabid Disiplin dan Kinerja BKD, Haris Thajeb, mengklaim bahwa dirinya bukan siapa-siapa di BKD. "Saya hanya staf biasa," ucap Haris, setengah gagap, kepada para pendukung Wagub. 

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang telat mengamankan situasi tersebut, sempat terlibat adu mulut dengan sekelompok orang tak dikenal itu. Walau situasi dan kondisi dapat dikendalikan Satpol-PP, namun setidaknya kejadian tersebut menjadi catatan penting bagi pengambil kebijakan di Pemprov Malut. Pasalnya, para pembuat onar merangsek masuk ke BKD tanpa terendus oleh Satpol-PP. 

Sementara itu, walau aksi segerombolan pendukung Wagub ini tak merugikan Pemprov Malut secara fisik, namun hal ini belum berujung. Artinya, tindakan yang telah dilakukan para loyalis Ali Yasin itu bakal diproses secara hukum. Pasalnya, Idrus Assagaf tak terima baik dengan insiden tersebut. 

Bahkan, secara tegas Kepala BKD Malut, Idrus Assagaf, mengambil sikap untuk menghentikan pelayanan di BKD untuk sementara waktu sembari menunggu situasi kondusif. "Karena kita tidak bisa bekerja dibawah tekanan dan intimidasi dari pihak luar," serunya.

Secara institusi, BKD telah melayangkan laporan ke pihak berwajib. "Kami juga sudah laporkan ke pihak kepolisian dalam hal ini Polda (Kepolisian Daerah -Red) untuk mengusut tindakan yang dilakukan kelompok yang tak dikenal itu. Dan BKD akan kembali membuka pelayanan jika sudah ada jaminan tidak ada kejadian seperti itu lagi," ujarnya, tegas. (ric)
Share:
Komentar

Berita Terkini