Disnakertrans Malut Gelar Bimtek Akreditasi LPK Tahun 2020

Editor: Admin author photo
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Malut, Ir. Ridwan Goal Putra Hassan saat memberikan sambutan
TERNATE- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tahun 2020.  

Bimtek LPK tersebut  dilaksanakan selama dua hari mulai pada tanggal 18-19 Maret 2020, bertempat  di Surya Pagi Hotel, Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah, Maluku Utara. Rabu (18/03/2020).

Pemateri dalam Bimtek LKP ini menghadirkan Ketua Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (KA-LPK) Provinsi Malut, M. Riswan Ilyas, Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Malut, Sri Bagyo.

Sementara peserta Bimtek LPK tahun ini di hadiri lima LKP Kab/Kota diantaranya LPK Kota Ternate, LPK Tidore Kepulauan, LPK Halmahera Selatan (Halsel), LPK Halmahera Utara (Halut) dan LPK Halmahera Barat (Halbar) serta di ikuti Lima Komunitas BLK, dari lima Kabupaten/Kota.

Kabid Pelatihan dan Penempatan Kerja Disnakertrans Malut, Sri Bagyo, mengatakan hari ini kita melaksanakan kegiatan berkaitan dengan kegiatan pelatihan khususnya lembaga-lembaga pelatihan dan pembinaan terhadap lembaga-lembaga pelatihan kerja di Maluku Utara.

“ Hari ini kita bikin Bimtek, untuk ke depan nanti akan dilakukan akreditasi terhadap lembaga-lembaga. Intinya dari tujuan dari pada Bimtek tersebut bagaimana memberikan pemahaman kepada lembaga-lembaga atau pengelola lembaga tenaga kerja supaya mereka itu bisa menjadi lembaga yang kredibel dan bukan abal-abal,” ujar Bagyo.

Bagyo menjelaskan bimtek tersebut dapat meluluskan hasil kelulusan yang betul-betul kompeten jangan sampai sekedar hanya membuka latihan, tetapi kualitas dari pada lembaga tersebut hanya sifatnya lembaga pelatihan, sekadar bisnis belaka/profitnya, tapi ini adalah misi sosial. 

"Makanya ketika anak-anak lulus dari lembaga itu harapan kami itu mereka yang punya kompetensi betul-betul bisa diterima di pasar kerja," harapnya Sri Bagio. 

Masih kata Bagyo, kenapa banyak lembaga, tapi tidak punya kompeten. Menurutnya, kompeten itu banyak dari sisi infrastrukturnya, sarana pelatihannya. “ Banyak  lembaga yang tak memenuhi, karena untuk membuat lembaga itu sesuai dengan standar mutu pelatihan kerja Indonesia.  “  Yang menjadi acuannya adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Jadi di harapkan nanti lembaga-lembaga itu menyelenggarakan pelatihan sesuai dengan SKKNI, agar supaya terstandar seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara Kepala Disnakertrans Provinsi Malut, Ir. Ridwan Goal Putra Hassan, menyebut  program-program yang kita laksanakan ini untuk menjawab semua persoalan yang terjadi saat ini, artinya penduduk lokal yang ingin masuk kerja di suatu perusahaan atau di mana saja itu sering kali terkendala menyangkut masalah keahlian sertifikasi. Jadi itu paling penting.

“ Jika kalau mereka tidak punya sertifikasi berarti job kerjanya paling bawah. Apakah job yang paling bawah itu memberikan manfaat terhadap kesejahteraan mereka lewat gaji atau apa pun. Bagi saya itu jelas-jelas sangat tidak mendukung, karena mereka yang masuk job yang paling bawah berarti gajinya kecil. Jadi bagaimana mengangkat supaya mereka memiliki kesetaraan itu naik dan gajinya besar, berarti kita mengangkat ke ahlinya,” jelasnya.

Menurut Ridwan, sebuah perusahaan itu fokusnya bagaimana profit keuntungannya, tentu membutuhkan  kualitas atau pekerjaan itu sendiri. 

“ Inilah yang kita jawab dari janji-janjinya Gubernur Malut, untuk menuntaskan kemiskinan, mensejahterakan rakyat Maluku Utara,” ungkapnya.

Untuk menjawab itu, ujar Ridwan, bukan hanya metode atau kegiatan, tetapi ada rencana dari pada pemerintah pusat untuk membangun BLK pengembangan dari BLK Kota Ternate untuk  dikembangkan ke Sofifi. 

"BLK di Ternate hanya menyediakan fasilitas-fasilitas atau kejuruan yang belum ke sektor tambang, tapi sekarang di Maluku Utara rata-rata perusahaan tambang, perikanan dan pertanian. Nah, kita jawab ini bagaimana, sementara sektor andalan kita ini kan tambang dan perikanan. Ini yang belum terlihat nilai-nilainya,” pungkas Ridwan.

Tak hanya itu, Ridwan belum lama ini mengupayakan untuk menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan tempat yang lebih memungkinkan untuk kita didik masyarakat lokal untuk bisa dapatkan sertifikat yang layak.

“ Untuk mendapatkan sertifikat yang layak, kami akan menjawab dengan membangun BLK pengembangan di Sofifi yang nanti mengakomodir kebutuhan tenaga kerja di dunia pertambangan, perikanan dan pertanian,” katanya. (Ady/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini