HIMPSI Malut Buka Konseling Online

Editor: Admin author photo
Syaiful Bahri 

JAILOLO - Maraknya pemberitaan yang  meningkatkan angka kematian korban Corona Virus  (Covid-19) membuat Syaiful Bahry  Dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (Malut) angkat bicara. Kamis, (26/03)

Pasalnya, setiap bencana tentunya  berdampak pada  manusia, entah fisik maupun psikologis, sehingga seseorang dapat mengakibatkan gagal mental kesehatan karena adanya informasi yang beredar.

"Isu internasional yang kita kenal dengan Covid 19 ini telah mengglobal, dan menjangkit puluhan Negara, hal ini membuat masyarakat menjadi cemas, bahkan kepanikan sosial ketika menonton, membaca, dan melihat langsung informasi tentang virus Corona hingga masuk ke Negara Indonesia, wilayah atau daerah masing-masing," katanya.

Wakil Ketua 1 Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Maluku Utara saat dikonfirmasi wartawan NusantaraTimur Rabu, (26/03/2020) menjelaskan, saat ini Indonesia telah terjangkit bahkan Malut sendiri  terdeteksi satu orang  positif Corona.

"Tentunya akan menambah kecemasan masyarakat bahkan menimbulkan kecemasan masyarakat sehingga dapat menimbulkan trauma yang mempengaruhi pada kestabilan kesehatan. Saya bahkan melihat adanya kepanikan dan kecemasan yang terjadi pada masyarakat, dan belum lagi banyaknya informasi hoax yang beredar di media sosial," terangnya.

"Saya pribadi menyarankan, agar masyarakat Malut jangan mudah mempercayai berita-berita yang baru di dapat, mari kita cek kebenarannya lebih dahulu, apabila kedapatan  berita hoax, mohon stop beritanya pada diri anda dan jangan di teruskan ke mana-mana atau ke orang lain melalui Facebook, Whatsapp maupun lainnya," pintanya.

Ia juga menyarankan kepada petugas, dengan cara menjemput Pasien Dalam Pengawasan (PDP) agar memperhatikan kondisi psikologis pasien dengan menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik, artinya saat berkomunikasi dengan pasien tolong membuat pasien merasa aman dan nyaman, agar pasien tidak merasa dipermalukan dengan situasi sosial yang terjadi. Kondisi psikologis pasien ketika diindikasikan oleh petugas positif Corona tentunya pasien akan mengalami tekanan dan shock.

"Mungkin Dengan memperhatikan waktu penjemputan pasien, kalau boleh di waktu malam. Karena budaya kita di Malut apabila  peristiwa yang heboh pasti masyarakatnya berkumpul untuk nonton peristiwa tersebut. Padahal kondisi seperti ini sangat rentan  tertularnya covid-19. Dan sekadar Menginformasikan bahwa ada konseling online yang diprogramkan HIMPSI untuk masyarakat Malut yang mengalami masalah selama Social Distancing," tutupnya. (zu3)
Share:
Komentar

Berita Terkini