Komisi III DPRD Halteng Nilai Kontraktor Tangani Pekerjaan Multiyears Tak Serius

Editor: Admin author photo
Foto: Ketua Komisi III DPRD Halteng Aswar Salim 
WEDA- Komisi III DPRD Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beserta rekanan yang menangani proyek Multiyears.

Ketua Komisi III DPRD Halteng Aswar Salim mengatakan rapat tadi dalam rangka mengaveluasi 6 (enam) kontraktor yang saat ini menangani proyek multiyears.

“ Sedianya enam kontraktor kita undang dalam rapat ini, tetapi yang hadir hanya tiga kontraktor yakni PT. Tugu Tama Sejati, PT. Sederhana Jaya Abadi dan PT Apsari Nusantara Gemilang,” ucap Aswar kepada awak media diruang kerjanya, Kamis (12/03/2020).

Aswar menjelaksan PT. Tugu Tama Sejati melakukan pekerjaan jalan hotmix Sakam-Tepeleo, PT. Sederhana Jaya Abadi melakukan pekerjaan jalan hotmix Patani-Tepeleo sedangkan PT. Apsari Nusantara Gemilang ini menangani pekerjaan pembangunan Gelanggangan Olahraga (GOR) di Kota Weda.

Hasil pencermatan Komisi III DPRD Halteng. Ternyata, para kontraktor yang menangani proyek multiyears ini betul-betul tidak serius dalam melaksanakan pekerjaan di antaranya PT. Tugu Tama Sejati dan PT Sederhana Jaya Abadi. Pasalnya, Accelerated Mobile Pages (AMP) nya belum ada. Padahal, persyaratan perusahan pekerjaan harus memiliki AMP baru bisa beroperasi.

“ Dua rekanan berjanji bahwa di bulan Mei ini mereka melakukan pekerjaan karena saat ini mereka masih mobilisasi AMP. Sedangkan, PT Apsara Nusantara Gemilang progres pekerjaan baru mencapai 16 persen dengan alasan mobilisasi alat terlambat, karena alat mereka ada di morotai,” ungkap Aswar.

Kendati demikian, Ketua Komisi III DPRD Halteng menilai bahwa itu sebuah alasan yang mengada-ngada. “ Kalau mereka serius untuk pekerjaan ini, maka mobilisasi alat mereka bisa minta bantuan kepada kami untuk menyelesaikan proyek GOR. Apalagi, proyek GOR itu cita-cita Elang-Rahim,” kata Aswar.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Halteng Arief Djalaluddin menyampaikan bahwa proyek multiyears berlangsung tiga tahun, namun sudah berjalan 1 tahun ini.

“ Di mana PT.  Tugu Tama Sejati sampai saat ini baru progress pekerjaannya di atas 45 persen,” sambung Arief. Sementara PT. Sederhana Jaya Abadi progress pekerjaan di atas 20 persen. Sedangkan, PT. Apsara Nusantara Gemilang yang menangani pekerjaan GOR Fagogoru baru mencapai 16 persen.

“ Sehingga para rekanan dipanggil oleh Komisi III untuk mengevaluasi kinerja mereka karena progress pekerjaan beum mencapai di atas 100 persen,” pungkasnya. (dir/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini