Kurangi Akses Transportasi Laut, Pemkot Tidore Belum Berlakukan Lockdown

Editor: Admin author photo
Foto: Daud Muhammad (Kadishub Kota Tikep)
TIDORE- Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) sampai ini belum mengeluarkan lockdown untuk menutup jalur akses transportasi melalui laut secara total guna mencegah corona virus disease (COVID-19) di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.

Akan tetapi, saat ini Pemkot Tidore Tikep yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), TNI- Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Tetap melakukan pengawasan di setiap pintu masuk pelabuhan di Kota Tidore Kepulauan.

Selain memperketat pengawasan di pintu masuk pelabuhan. Dinas Perhubungan Pemkot Tikep telah mengurangi rute penyebrangan kapal ferry rute Bastiong-Rum sebanyak 2 trip dari 4 trip yang ditetapkan sebelumnya.

Tak hanya itu, rute penyebrangan Bastiong-Sofifi dari trayek sebanyak 6 trip di kurangi menjadi 3 trip. Bahkan, untuk waktu penyebrangan pun ditetapkan mulai 18.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). lewat di atas waktu yang ditetapkan, maka kapal-kapal penyebrangan pada lintasan tersebut tidak diizinkan untuk melakukan pelayaran.

"Jadi untuk akses penyebrangan Rum ke Ternate ini, hanya dilakukan pagi dan sore hari. Sementara untuk pelabuhan pengumpul lainnya seperti pelabuhan speedboat dan kapal kayu akan kita sesuaikan,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Tikep, Daud Muhammad, kepada media ini melalui via telepon, Kamis (26/3/2020).

Lanjut Daud, berkaitan dengan Pemkot Tikep belum melakukan kebijakan lockdown mengenai akses transportasi ini, hal dikarenakan faktor ekonomi yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi pendapatan masyarakat.

Kendati demikian, Kata Daud Muhammad, sebagian besar masyarakat Kota Tidore Kepulauan telah menyadari akan pentingnya mencegah bahaya virus corona, sehingga banyak orang sudah tidak lagi bepergian keluar dari Kota Tidore Kepulauan. hal ini bisa dilihat dari setiap pelabuhan di Kota Tidore Kepulauan sudah terlihat sepi.

“ Kita belum bisa melakukan lockdown seperti daerah-daerah lain, karena kita masih mempertimbangkan sisi ekonomi bagi masyarakat, meskipun begitu kita tetap waspada dan terus berikhtiar dengan intens melakukan pemantauan dan pengawasan," tegasnya.

Selain akses transportasi laut dikurangi. Pemkota Tidore Kepulauan juga telah menutup tempat-tempat hiburan seperti live music dan tempat olahraga seperti lapangan futsal. Hal ini dibuktikan dengan adanya instruksi walikota tidore kepulauan dengan nomor : 443.1/335/01/2020 tentang pengawasan dan pencegahan Covid- 19 bagi seluruh masyarakat di Kota Tidore Kepulauan dan Surat Pemberitahuan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan Nomor: 503/53/22/2020. (Aidar/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini