Mencari Keturunan Ali Wallace Di Ternate

Editor: Admin author photo
Paul Spencer Sochaczewski bersama Rinto Taib,  Usman Nomay,  Saat melakukan Press Conference tentang "Search For Ali".

Ternate-Jum'at (6/3) bertempat di Museum Rempah Fort Oranje Ternate Paul Spencer Sochaczewski seorang peneliti dan penulis kelahiran Brooklyn, New York Amerika Serikat menggelar Press Conference tentang "Search For Ali".

Paul Peneliti asal Genewa Swis telah 50 Tahun meneliti tentang Afred Russel Wallace dan pernah tinggal serta bekerja di lebih dari 70 negaara termasuk lama bertugas di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand.

Paul yang kini Kini aktif mengeluti dunia riset tentang berbagai isu konservasi lingkungan, hak-hak masyarakat lokal (adat) dan lebih utama adalah meneliti serta mencari keturunan Ali Wallace di Ternate - Halmahera Maluku Utara.

Pria kelahiran tahun  1947 itu juga telah menulis beberapa karya buku diantaranya, Soul Of The Tiger (1995), Redheads (2000), Sultan and The Menmaid Queen (2009), An Inordinate Fondness for Beetles (2012) dan Dead but Still Kicking (2019).

Upaya ini merupakan langkah bersama seorang Paul dan Rinto Taib (Akademisi IAIN Ternate & Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Ternate) yang telah berlangsung 3 tahun belakangan.

"Sebuah langkah pencarian keturunan Ali, sahabat dan asisten yang setia dan setia untuk naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace yang berguna bagi kepentingan keilmuan, konservasi dan riset akademis," ujar Paul.

Ia mengatakan selama tiga tahun berlalu ia bersama Rinto Taib belum menemukan hasil maksimal dalam upaya mencari Ali Wallace meskipun berbagai cara telah dilakukan bahkan menemui dukun untuk membantu sebagai media lain dalam upaya pencarian tersebut.

"Meski banyak orang menyadari Wallace, yang menghabiskan tiga tahun di Ternate, namun sedikit orang yang menyadari tentang peran Ali selama bersama Wallace di Ternate dan Nusantara," akui Paul.

Paul juga bercerita tentang Ali secara singkat dimana yang Ali berasal dari Sarawak, Malaysia itu, pada tahun 1855 saat usia 15 Tahun dibawa oleh Wallace menemaninya bepergian bersamanya selama tujuh tahun di seluruh Kepulauan Nusantara.

"Bersama Wallace, Ali pernah mengunjungi Melayu, Singapura, Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali, Lombok, dan puluhan pulau-pulau di Maluku, Papua, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," sebut Paul.

Bahkan Paul bilang Ali adalah orang yang merawat Wallace ketika ia menderita malaria, membantu Wallace menyiapkan berbagai bahan tulisan penting mengembangkan Teori Evolusi melalui seleksi alam yang kemudian dikenal sebagai Surat Dari Ternate" atau Letter From Ternate.

"Meski dalam beberapa catatan Charles Darwin, menjadi terkenal ketika ia menerbitkan On the Origin of Species, tetapi Wallace-lah yang pertama kali menerbitkan mekanisme seleksi alam dan yang pantas mendapat pengakuan lebih besar untuk hal tersebut," jelasnya.

Lanjut Paul menceritakam diketahui bahwa Ali menikahi seorang wanita Ternate (namanya tidak diketahui) dan mereka memiliki keluarga di Ternate.

"Sangat mungkin bahwa setelah Wallace kembali ke Inggris, Ali tinggal di Ternate, di mana ia dipekerjakan sebagai pengumpul burung cendrawasih yang terampil. Pada akhir abad ke-19 ekspor kulit burung dari Ternate ke koleksi museum di seluruh dunia menjadi semakin pesat," papar Paul.

Paul juga membuktikan bahwa keturunan Ali ada di Ternate sebab pada tahun 1907 seorang naturalis Amerika terkemuka bernama Thomas Barbour bertemu Ali di Ternate dan saat itu umur Ali 67 Tahun.

"Sayangnya, Wallace tidak pernah menyebut nama keluarga Ali, atau nama ayah Ali. Kami hanya mengenalnya dengan nama tunggal Ali. Kami berpikir bahwa ia dimakamkan di Ternate atau di salah satu pulau tetangga serta beberapa keturunannya mungkin masih tinggal di wilayah Ternate," pungkasnya.

Paul sangat berharap bantuan masyarakat Maluku Utara untuk dapat membantunya menemukan keturunan asisten Alfred Russel Wallace dalam upaya mempromosikan konservasi alam.

Bahkan Walikota Ternate Burhan Abdurrahman menyeruhkan kepada warga Kota Ternate dan sekitarnya untuk mencari keturunan Ali serta keluarga mereka guna mendapatkan petunjuk tentang kehidupan Ali.

Pernyataan Walikota Ternate tersebut disampaikan pada saat memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop Jejak Warisan Wallace di Ternate yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudaaan Kota Ternate pada bulan September Tahun 2019 lalu. (red)
Share:
Komentar

Berita Terkini