Pelayanan Kesehatan Di Halbar Mulai Membaik

Editor: Admin author photo
Kadis Kesehatan Halmahera Barat (foto:ist)

JAILOLO – Pembangunan infrastruktur Kesehatan di Halmahera Barat (Halbar) saat ini menunjukan kemajuan yang cukup signifikan.

Hal ini bisa dilihat dari progress pembangunan Infrastruktur Kesehatan yang dilakukan sejak tahun 2018 hingga tahun 2020, ada 11 gedung Puskesmas yang dibangun menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Afrmasi yang sesuai dengan Prototipe dari Kementrian Kesehatan (kemenkes).

”Jadi dari tahun 2018 hingga tahun ini ada 11 puskesmas yang dibangun menggunakan anggaran DAK, termasuk Puskesmas Kedi Kecamatan Loloda,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadingkes) Rosfince Kalengit, kepada wartawan, Minggu (15/3).

Puskesmas Kedi yang akan dibangun tahun ini menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi, sehingga Puskesmas Kedi merupakan puskesmas rawat inap dengan kategori puskesmas terpencil, dengan wilayah kerja di 21 desa, sehingga sesuai Permenkes 75 tahun 2014, tenaga Medis yang nantinya ditempatkan di Puskesmas Kedi sebanyak 27 orang dengan kriteria 2 orang tenaga dokter.

”Untuk saat ini puskesmas Kedi sudah memiliki 2 orang dokter yaitu 1 orang dokter PNS dan 1 orang dokter Nusantara Sehat (NS). Sementara pelayanan di luar gedung puskesmas, kami memerlukan tenaga bidan, tenaga kesmas, tenaga kesling dan tenaga gizi, untuk memberikan pelayanan promosi kesehatan kepada masyarakat lewat UKBM Posyandu,” cetusnya

Untuk pelayanan kesehatan, kata Rosfince, saat ini juga pelayanan kesehatan sudah mulai membaik, bahkan Puskesmas Jailolo juga sudah diberlakukan penambahan waktu pelayanan.

Sementara untuk puskesmas Kedi Kecamatan Loloda akan melayani sampai di desa yang  berbatasan dengan halut, termasuk Jangailulu.Dan, untuk menjangkau pelayanan ke bagian utara Puskesmas Kedi membuka pelayanan yang dipusatkan di desa Barataku, sehingga memperpendek rentang kendali pelayanan kesehatan, dan semua desa bisa terlayani dengan baik.

”Untuk itu kami akan merehab Pustu yang ada di Desa Barataku tahun ini, agar bisa dipergunakan sebagai sarana pelayanan kesehatan,” katanya.

Terkait dengan Ibu Hamil yang di rujuk ke Halut, Dinkes memberikan apresiasi, karena masyarakat sudah sangat sadar akan pentingnya kesehatan, mereka berinisiatif untuk merujuk pasien ke RSUD Halut dengan prinsip untuk mendspat pertolongan pertama, pasien bisa di rujuk ke fasilitas kesehatan yang terdekat, karena pelayanan kesehatan tidak mengenal batas.

”Terkait dengan polindes, desa jangailulu sampai sejauh ini belum memiliki polindes, karna pembangunan polindes sekarang merupakan kewenangan desa, yang di bangun dengan dana desa. Harapan saya, mari kita kawal secara bersama pelayanan kesehatan ini, dan jika ada petugas kesehatan yang ditempatkan di wilayah kecamatan  loloda harus melaksanakan tugas,” jelasnya. (zu3-tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini