Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat Terus Lakukan Pencegahan Covid-19

Editor: Admin author photo
Petugas saat melakukan pengecekan 

JAILOLO - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Pemkab-Halbar), terus melakukan pemantauan serta pencegahan Covid-19 bersama Dinas Kesehatan melalui petugas Puskesmas Jailolo, Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III Ternate yang Wilayah kerjanya di Jailolo, Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Laut kantor unit Penyelenggara pelabuhan kelas ll Jailolo, Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta petugas TNI dan  Polres Halmahera Barat.

Pasalnya, keterlibatan instansi terkait sangat membantu dan memanilisir penumpang yang berada di Kapal KM. AL Sudais 21, dengan jumlah peserta penumpang sebanyak 88 orang, namun yang turun ke pelabuhan Jailolo berjumlah 33 orang sedangkan 55 penumpang lanjut dan turun di Ternate.

"Ini merupakan sudah empat kali kita melakukan pemeriksaan atau pencegahan Covid-19. Pertama melakukan pemeriksaan pada kapal KM. AL Sudais 12, yang ke dua Permata Bunda, ke tiga KM. Permata Obi, dan ke empat KM. AL Sudais 12, semua itu rutin Manado - Jailolo, dan tidak hanya itu bahkan kapal lokal rutin Jailolo-Ternate dan Ternate -Jailolo tetap kami lakukan hal yang sama,"kata Kordinator KKP Edwin G.A Bayau, S.Kep kepada NusantaraTimur saat berada dilokasi pelabuhan Jailolo, Selasa.(24/03).

Kesempatan yang sama, kepala Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Laut kantor unit Penyelenggara pelabuhan kelas ll Jailolo, Rahman Soamole mengatakan, kementrian bersama Pemda memikirkan hal tersebut sudah melakukan penyemprotan di terminal pelabuhan Speedboat dan armada semut serta motor-motor laut kecil.

"Terkadang kita bukan terkendala. Namun, watak kita orang Maluku Utara terkhususnya masyarakat Halmahera Barat terkadang sulit juga untuk diatur melalui himbauan yang masih minim kesadaran. Ada juga teman-teman dari ABK kapal yang suka ngumpul-ngumpul. Dan saya imbau kepada seluruh masyarakat yang tidak berkempentingan di pelabuhan agar tidak usah masuk pelabuhan karena tempat keramaian itu telah diimbau agar tidak harus duduk ditempat keramaian untuk hindari covid-19," ujarnya.

Dirinya menambahkan, diharapkan kepada pedagang asongan agar tidak berjualan di dalam pelabuhan serta dalam kapal. Dan Alhmdulillah sampai saat ini dari hasil kerja sama dengan instansi baik itu kesehatan belum mendapat gejala atau tanda-tanda virus tersebut.

"Kami sampaikan kepada masyarakat Jailolo dan sekitarnya jangan terlalu panik, namun tetap melakukan pencegahan serta yang menuju ke pelabuhan itu cukup yang berkepentingan, apabila tidak ada kepentingan diharapakn agar tetap waspada dan mendiam diri di rumah," tutupnya. (zu3)
Share:
Komentar

Berita Terkini