Pemkot Tikep Kembalikan Proses Karatina di Rumah Masing-Masing

Editor: Admin author photo
Kadinkes Kota Tikep, dr. Abdullah Maradjabessy

TIDORE- Pasca penolakan masyarakat terhadap kebijakan Pemkot Tidore Kepulauan (Tikep) yang menetapkan Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku Utara (Malut) sebagai lokasi karantina wilayah bagi masyarakat Kota Tikep yang baru pulang dari luar daerah yang terjangkit corona.

Pemkot Tikep kemudian mengambil langkah untuk mengembalikan proses karantina terhadap warga masyarakat yang baru pulang dari luar daerah untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Kendati demikian, Pemkot Tikep tidak menutup mata dengan persoalan tersebut, sehingga untuk mengawasi warga yang baru pulang dari luar daerah yang terjangkit corona. Pemkot Tikep akan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi Corona Virus Disease (Covid-19) di setiap kelurahan dan desa.

“Rencananya pada Senin 30 Maret 2020 (besok-Red) kami akan melakukan rapat untuk dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Walikota terkait dengan Satgas Kelurahan/Desa. Jadi tim ini nantinya terdiri dari para camat, Danramil, dan Kapolsek untuk mengawasi isolasi mandiri di setiap rumah-rumah warga yang berada di kelurahan dan desa. Karena saat ini untuk penetapan lokasi LPMP sebagai lokasi karantina masih kami pending, untuk membentuk tim guna mensosialisakan masalah ini di kelurahan Rum agar masyarakat bisa memahami,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep, dr. Abdullah Maradjabessy, saat di hubungi melalui telepon, Minggu, (29/3/2020).

Lebih lanjut, Maradjabessy, menjelaskan dalam pembentukan Tim Satgas Kelurahan/Desa ini juga nantinya akan diawasi oleh pihak Kelurahan, RT/RW dan para Bidan yang berada di setiap kelurahan dan Desa.

“ Saat ini kami intens memantau warga masyarakat Kota Tidore Kepulauan, baik yang datang dari luar daerah maupun dalam daerah yang nantinya akan menyampaikan keluhan,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri akibat baru pulang dari luar daerah yang terjangkit virus corona sebanyak 519 orang. Sedangkan, kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 29 orang.

“ Mereka yang baru pulang dari luar daerah ini memang tidak memiliki gejala, namun penting untuk kami lakukan pengawasan. Jadi selama isolasi mandiri berlangsung di rumah masing-masing kemudian dalam perkembangan selama menjalani proses isolasi itu dan ada yang flu, maka statusnya dinaikan menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan kalau dalam perkembangan itu juga ada yang sesak nafas. Maka kami kategorikan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidore,” tutur Maradjabessy.

Terpisah Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen, mengatakan dengan adanya upaya pemerintah daerah melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap masyarakat. Diharapkan masyarakat juga bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk melawan corona dengan tetap menjaga kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah.

“ Intinya kita tidak boleh panik dalam menghadapi corona. Sebab penyakit ini masih disembuhkan apabila sudah ada perawatan yang intens dari pihak rumah sakit,” ungkap Wawali.

Untuk itu, Wawali menghimbau bagi masyarakat yang mengalami gejala sampai pada level sesak napas, maka segera melapor ke petugas satgas di kelurahan dan desa untuk ditindaklanjuti. Sementara yang belum sampai pada level sesak napas, diharapkan bisa menjaga kesehatan dengan baik agar daya tubuh tetap kuat,” harapnya. (Aidar/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini