Pendidikan Politik Generasi Muda Dan Masa Depan Demokrasi

Editor: Admin author photo

" Berangkat Dari Pengalaman Historis ( Sejarah ) , Maka Perlu Kiranya Kita Harus Banyak Lagi Mengevaluasi Dinamika Demokrasi yang ada di Negeri Kita Terutama di Daerah yang Kita Cintai Bersama "

Oleh
Julfajri Hi. Soleman
Pengagas Bayan Institut

Aristoteles menyebutkan bahwa manusia adalah Zoon Politicon atau binatang yang berpolitik. Artinya manusia tidak bisa hidup sendiri, mereka harus hidup berdampingan untuk memenuhi kebutuhan dan hasratnya sebagai manusia. Hidup saling ketergantungan tersebutlah yang melahirkan asas kesamaan tujuan hidup. Kesamaan tujuan tersebut tidak bisa dibentuk oleh 1 atau 2 orang manusia, namun oleh banyak manusia agar tujuan tersebut semakin kokoh.

Jika kita meneropong Perubahan politik yang secara dramatis berlangsung di Indonesia telah menempatkan bangsa ini dalam posisi dan konstalasi yang dilematis dan kompleks. Kondisi macam ini dalam prespektif pendidikan menunjukan telah terjadinya proses rekayasa yang amat lama sehingga teori yang mebuktikan adanya keterkaitan yang amat erat antara , politik ekonomi dan pendidikan yang tidak muncul  di kalangan anak bangsa terlebihnya generasi muda Maluku Utara.

POLITIK BERMENTAL KAPITALIS

Kaitan antara kapitalisme dan demokrasi telah lama menjadi diskusi dan takperna usai sampai saat ini . Dua tokoh di zaman moderen: Max Weber dan Joseph Schumpeter menegaskan adanya hubungan yang erat antara keduanya. Dalam pandangan Max Weber, demokrasi hanya akan dapat kokoh dengan fondasi industriyalisai kapitalis. Tidak jauh berbeda Schumpeter menyatakan sejarah telah membuktikan bahwa demokrasi tumbuh berkembang seiring  dengan pertumbuhan ekonomi kapitalis.

Masyarakat demokratis merupakan produk proses ekonomi kapitalis, yang perpaduan antara keduanya merupakan benih tumbuhnya masyarakat madani. Namun walaupun demikian Schumpeter dengan seksama menjelaskan secara tegas adanya benih konflik yang melahirkan ketegangan antara kapitalisem dan demokrasi. Ia menegaskan kemungkinan akan munculnya kecendirungan manipulasi dan melecehkan kemauan rakyat demi ambisi pribadi dan bertentangan dengan mekanisme kemimpinan koliktif.

Friedman lebih lanjut berpendapat individu – individu dan kelompok-kelompok dalm masyarakat demokrasi memiliki  kebebasan untuk mendorong proses perubahan penuh betapapun radikalnya perubahan tersebut. Asalkan apa yang dilakukan tidak memaksa  atau mengintimidasi atas individu atau kelompok yang lain, termaksut pemaksaan lewat jual beli suara dalam bentuk money politics.

Kita mungkin tau kalua peran pendidikan tidak kalah pentinya dalam pembangun satu bangsa, pendidikan merupakan patron utama terlebih lebih Bagi generasi mudah generasi penerus perjuangan guana menuju perubahan. Dalam membangun masyarakat yang demokratis diperlukan pendidikan agar warganya tidak sekedar mampu membaca dan berhitung. Warga masyarakat perlu memahami fungsi dan peran pemerintah yang demokratis sesuai dengan konstitusi dan memahami konsep oprasional pasar bebas. Sebab, kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuan warga bangsa untuk mengambil keputusan secara rasional.

Kadar pemahaman Warga bangsa atas fungsi pemerintah dan konsep pasar bebas akan menentukan derajat rasionalitas dalam mengambil satu keputusan. Dalam kaitan dengan pendidikan, di harapkan pendidikan ekonomi harus ditekakan pada upaya memfasilitasi pada setiap peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk mengambil keputusan individual dan berpatisipasi dalam pengambilan keputusan bersama.

Dalam pengambilan keputusan yang didasari konsep ekonomi akan memungkinkan seseorang dalam memperhitungkan dampak pengambilan keputusan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan yang tidak di inginkan. Disamping itu , akan dapat dideteksi kaitan antara interes pribadi dan interes social, serta akan dapat dipahami bagai mana pilihan individu dan kelompok diputuskan dalam kaitan untuk memaksimalkan keuntungan bagi masyarakat.

GENERASI MUDA DAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN POLTIK

Mari kita ambil sampel di pilpres 2019 kemarin bisa kita jadikan contoh sebagai kurangnya pendidikan politik terhadap masyarakat dan generasi muda kita sendiri karena kemarin banyak sekali masyarakat yang terlihat buta politik, jadi masyarakat itu sendiri dapat dijadikan orang-orang yang mengerti politik untuk menciptakan kekacauan akibat situasi politik saat ini.

Yang terjadi adalah Pendidikan politik berubah berubah menjadi marketing politik karena cukup ampuh meraih suara dalam kontestasi. Isu agama misalnya, saat ini sedang laris-larisnya menjadi komoditas politik. Tokoh agama dengan mudah melabelkan dirinya sebagai representasi umat tanpa ada kualifikasi seberapa besar karyanya maupun pengorbanannya. Ada kecenderungan pihak penguasa maupun oposisi sama-sama menggunakan perangkat agama dalam permainan politik.

Satu pihak menyebut agama sebagai alat pembenar politiknya, sementara pihak lain menggunakan agama untuk memuluskan kekuasaannya. Kedua kubu pun serasa memiliki mayoritas saham agama seperti itu dianggapnya, karena Indonesia kan mayoritasnya agama islam.  Ironisnya perdebatan ini terus berulang akibat marketing politik yang kebablasan.

Di titik inilah parpol gagal menjalankan tugas konstitusi untuk memberi pendidikan politik. Di titik ini pula parpol tergolong inkonstitusional karena bukan pendidikan politik yang dijalankan melainkan hal lain yang tidak berhubungan tentang pendidikan politik. Jadi banyak sekali parpol yang hanya mengincar kekuasaan semata untuk parpol diri mereka sendiri.

Apa yang salah dari fenomena ini? Apakah salah masyarakat yang tidak melek politik? Kemungkinan besar iya karena banyak sekali masyarakat yang dulu saat pelajar pendidikan politik jarang dijumpai, sehingga saat mereka ditemui dengan isu-isu yang dapat menghasut diri mereka, mereka jadi mudah terpancing emosinya.

Jadi yang patut disalahkan itu siapa? Sebenarnya yang patut disalahkan itu tidak ada karena semua masyarakat itu berperan penting dalam pendidikan politik yang harus mereka pelajari sejak dini . sehingga mereka dapat mengetahui dan mengerti situasi politik yang sedang heboh saat ini atau yang akan datang. Masyarakat jadi bisa juga memilah mana berita yang benar dan mana juga berita yang bohong yang bias merusak demokrasi dinegara kita ini.

PENDIDIKAN POLITIK DAN ARAH KEBIJAKAN PUBLIK

Pendidikan demokratis sangat penting sebab kenapa.!, Sebab pendidikan yang bersifat demokratis itu memiliki tujuan menghasilkan generasi yang mampu berpartisiapasi dalam kehidupan masyarakat dan mampu mempengaruhi pengambilan keputusan kebijakan publik Dengan kata lain pendidikan harus mampu menanamkan kesadaran koliktif dan membekali pengetahuan atas peran warga terutama generasi muda dalam masyarakat demokratis.

Sehingga Pentingnya partisipasi politik untuk negara adalah untuk mengawal dan memberi masukan kepada wakil rakyat yang ada dipemerintahan agar negara yang dipimpin oleh elit bisa menghasilkan produk kebijakan yang baik buat masyarakat serta memajukan negara.

Menurut Herbert McClosky berpendapat bahwa Partisipasi Politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga negara masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa, dan secara  langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan umum.

Sehingga penting kiranya pendidikan polititik bagi generasi muda sejak dini harus di ajarkan, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena fenomena diatas menjadi  indikator keterpurukan demokrasi di daerah ini, jika kita sama-sama menyadari hal ini baik masyarakat sipil, partai politik, akademisi dan semua unsur masyarakat yang cinta dan menginginkan perubahan maka harus dimulai dengan membenahi mental serta wawasan generasi muda sebagai aset masa depan daerah dan bangsa.

Menutup tulisan ini dengan mengutip apa yang disampaikan oleh Kartaprawira (2004) mengartikan pendidikan politik sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam system politiknya.

Berdasarkan pendapat Rusadi Kartaprawira tersebut, maka pendidikan politik perlu dilaksanakan secara berkesinambungan agar masyarakat dapat terus meningkatkan pemahamannya terhadap dunia politik yang selalu mengalami perkembangan.
Share:
Komentar

Berita Terkini