Pulang dari Surabaya Satu Warga Halbar ODP COVID-19

Editor: Admin author photo
Direktur RSUD Jailolo
JAILOLO - Sepulang dari perjalanan keluar daerah seorang perempuan umur 30 tahun, asal Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) diduga terpapar virus corona (COVID-19). Namun yang bersangkutan masih kategori orang dalam pengawasan (ODP).

Direktur RSUD Jailolo, Kabupaten Halmaherah Barat (Halbar), dr. Safrullah Radjilun, menyampaikan bahwa satu pasien perempuan  berasal dari Desa Jati, Kecamatan Jailolo saat ini masih kategori orang dalam pengawasan (ODP) COVID-19.

"Jadi pasien ini akan dikembalikan ke rumah sesuai dengan prosedurnya seperti halnya pasien-pasien ODP sebelumnya. tak hanya itu, kami juga pantau selama 14 hari. Setelah, ia kembali ke tempat asal. Untuk deteksi pasien bersangkutan sekarang sudah masuk hari ke enam, sementara untuk usia pasien yang di ODP berkisar 30-an," tutur Direktur RSUD Jailolo, Safrullah Radjilun kepada nusantaratimur.com pada Jumat (20/03/2020) kemarin.

Lanjut Safrullah, mengenai dokter yang di kirim sudah ada sertifikat untuk bisa mengambil sampel. "Jadi secepatnya, dua sampai tiga hari kedepan yang bersangkutan selesai mengikuti pelatihan dan balik ke sini untuk melengkapi semua kesiapan agar bisa mengambil sampel pada pasien yang diduga kenal gejala COVID-19," ungkapnya.

Safrullah menambahkan penanganan virus corona semua dilakukan sesuai protap pencegahan COVID-19.

" Protap pasien kategori ODP dan PDP yang diutamakan adalah riwayat seseorang yang berpergian. Sebab dari riwayat itulah kemudian munculnya gejala sifesifik panas, dan batuk. kalau ini gejalanya masih ringan datang berobat dan kita akan berikan obatnya," terang Safrullah.

Direktur RSUD Jailolo  kepada media ini mengimbau agar masyarakat Halbar tidak harus panik, jaga  kebersihan dan rajin membersihkan tangan. Apabila usai beraktifitas serta anggota tubuh pada umumnya.

"Ia mempertegas, seperti yang saya katakan awal pasien tersebut masuk kategori ODP  dan akan ditindaklanjuti oleh tim bersama merawat selam 14 hari dan ini adalah ODP 02. ODP artinya orang dalam pemantauan jadi belum dikategori sebagai pasien dalam  pengawasan atau PDP," tutupnya. (zu3)
Share:
Komentar

Berita Terkini