Sesepu Golkar Sebut Alien Mus Otoriter, Ini Tanggapan Ahmad Malawat

Editor: Admin author photo
Ahmad Malawat (Sekretaris DPD II Partai Golkar Halteng)

WEDA - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Halmahera Tengah (Halteng) Ahmad Malawat sikapi statement sesepu Partai Golkar Ringgo Simora yang menyebut Alien Mus selama memimpin DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara (Malut) dinilai otoriter atau buruk.

Menurut Ahmad Malawat, mestinya sesepu Golkar Ringgo Samora harus membedakan atau memposisikan otoriter, itu. Bagi Malawat, seorang pemimpin itu harus mempunyai sifat tegas dalam mengambil keputusan atau kebijakan bagaimana menerapkan aturan-aturan yang ada di partai.

Lanjut Malawat, jikalau Musyawarah Daerah (Musda) yang dilakukan di Grand Dafam oleh sesepu Partai Golkar menilai Alien Mus adalah otoriter. Baginya, itu tidak pas atau tidak tepat, ucapnya.

Karenanya, kata Ahmad Malawat, proses penilaian terhadap kepemimpinan Alien Mus, itu. Dinilai oleh institusi Partai Golkar mulai dari pengurus pimpinan kecamatan (Pincam) hingga DPD II Kabupaten/ Kota se-Provinsi Malut. Bahkan Musda di Grand Dafam telah hadiri dua pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, yakni Rizal Mallaranggeng dan Erwin Aksa, "Ungkap Ahmad Malawat kepada wartawan media ini di kediamannya Desa Wedana, Kabupaten Halteng, Selasa (24/03/2020).

Tak hanya itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Halteng ini pun menegaskan bahwa proses Musda Partai Golkar di Grand Dafam melalui proses penilaian, kenapa ada penilaian. Sebab dilihat dari proses pertanggungjawaban Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Malut tersebut seluruh DPD II Se-Kab/Kota dan Dewan Pertimbangan beserta DPP menilai bahwa kepemimpinan Alien Mus selama ini dianggap bagus sehingga laporan pertanggungjawaban di terima.

“ Jadi ibu Alien Mus tidak pernah memaksakan mereka untuk mendukung atau menerima laporan pertanggung jawabannya. Bahkan, tak ada pemaksaan sedikit pun. Lantas indikator menilai kepemimpinan Alien Mus sangat otoriter dari sisi mana. Bagi saya hari ini ada sebagian senior yang berada diluar garis partai yang tidak mau bergabung saja, sekiranya kita kembali melihat proses dari partai,” ujarnya.

Sambung Malawat, kenapa mereka itu (senior-red) berada di luar partai, karena semua punya histori dan tidak mungkin tanpa ada catatan. Tanpa ada histori kemudian kaders golkar di kesampingkan, cetusnya.

Selain itu, Kata Ahmad Malawat, dukungan ke Alien Mus juga ditambah dua organisasi sayap dan dua organisasi pendukung sehingga memberikan dukungan full ke Alien Mus untuk kembali memimpin Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara.

“ Kenapa DPP menerima, karena melihat proses Musda adalah sebuah proses politik yang ada di Partai Golkar dan memenuhi semua ketentuan. Maka mereka menerima laporan pertanggungjawaban Alien Mus kemudian mendukung Alien Mus kembali untuk menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara,” tutupnya. (dir/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini