Sulsel Tuan Rumah Konsolidasi Netfid Indonesia Timur

Editor: Admin author photo
Salasatu Kegiatan yang dilaksanakan oleh Netfid

Maluku Utara - Network For Indonesia Democratic Society (Netfid) Indonesia melakukan kegiatan Konsolidasi kawasan Timur sekaligus melakukan workshop pemantauan pemilukada 2020. Didalam kegiatan konsolidasi itu menghasilkan beberapa gagasan penting yang harus dilakukan secara bersama untuk mengawal agenda demokrasi di Indonesia. Diantaranya, Netfid harus melakukan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat (edukasi politik),

Ketua umum Netfid Indonesia Dahlia Umar peran ini sejatinya dilakukan oleh partai politik, tetapi saat ini semua partai politik lebih sibuk memikirkan perebutan kekuasaan dibandingkan bagaimana memikirkan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

"Netfid hadir untuk melaksanakan tugas penting ini, agar terjadi kesadaran politik yang baik bagi rakyat Indonesia. Yaitu politik yang anti diskriminasi, politik tanpa kekerasan, politik yang hak-hak politik warga negara tidak bisa dibeli dengan uang atau ditukar dengan sesuatu dalam bentuk barang maupun jasa," jelas Perempuan yang pernah terlibat dalam pemantauan Asian Network For Free and Faer Election (ANFREL) itu. Selasa melalui rilis resminya.

Lanjut Dahlia mengatakan rakyat memilih pemimpinnya atas dasar kesadaran sejati bahwa pemimpinnya memang layak dipilih karena program kerja serta sepakterjang mereka yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan golongan, suku, maupun kepentingan partai politik

"Ini menjadi peran penting yang harus dilakukan oleh Netfid saat ini, yaitu pendidikan politik rakyat dan mengawasi jalannya agenda demokrasi pemilukada serentak tahun 2020," pintanya dihadapan pengurus Netfid kawasan Indonesia timur itu.

Sementara itu Ketua Netfid Wilayah Provinsi Maluku Utara Firman Amir menjelaskan bahwa saat ini kaum muda punya peran penting dalam mengawasi agenda pilkada serentak yang nantinya dilakukan diseluruh Indonesia.

"Bisa dibayangkan representasi anak muda pada pemilu tahun 2019 kemarin ada sekitar 80 juta orang. Artinya angka ini sangat besar dan punya peran penting jika kita anak muda terlibat bukan hanya ikut mencoblos tetapi juga ikut mengawasi," ungkap dosen muda itu.

Atas pertimbangan itulah Netfid menghimbau kepada seluruh anak muda yang ada di negeri ini, sama-sama mengawasi pilkada serentak Tahun 2020 terlaksana dengan baik penuh rasa berkeadaban dan berkeadilan.

"Kaum muda harus punya kesadaran politik yang baik, bagaimana mengawal proses demokrasi yang sehat itu menjadi tanggung jawab bersama kaum muda saat ini. Jika anak muda kemudian menggelorakan bagaimana kita harus menolak politik uang, menolak politik saling menfitnah (hoaks), menolak politik kekerasan, menolak politik saling memprofokasi, maka pasti punya efek yang sangat besar. Anak muda punya ruang yang besar untuk mengawal agenda demokrasi baik pengawalan secara langsung maupun melalui media sosial," jelas Firman.

Perlu diketahui konsolidasi Netfid Indonesia Timur diikuti oleh Netfid Selawesi Selatan sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan, yang dihadiri Netfid Wilayah Provinsi Maluku Utara, Netfid Sulawesi Utara, Netfid Sulawesi Barat, dan Netfid Papua. (red)
Share:
Komentar

Berita Terkini