Syukur Mandar : Alien Mus Tak Punya Hak Ancam dan Pecat Kaders Golkar

Editor: Admin author photo
M. Syukur Mandar Saat Konferensi Pers (Foto:ist)
TERNATE - Rapat perkenalan pengurus pleno hasil musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku Utara menyampaikan beberapa pikiran tentang hasil Musda ke VI di Hotel Boulevard.

M. Syukur Mandar, Ketua terpilih sekaligus Ketua Tim Formatur pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Malut dalam konferensi persnya, Minggu (22/03/20) di Ball Room royal Ternate. Ia mengatakan ada beberapa hal penting dan mendasar untuk disampaikan ke publik terkait dengan pernyataan  berdasarkan hasil-hasil musda ke enam.

"Yang benar adalah musda ke enam, bukan ke lima, pertama Yamin Tawari di hotel Ternate City, dan terpilih kedua kalinya di Kantor DPD Partai Golkar, ketiga adalah Hasan Doa, keempat adalah Ahmad Hidayat Mus, dan kelima Alien Mus serta Ke Enam Syukur Mandar," ungkapnya.

Menurut Syukur Mandar ada perbedaan musda yang dilaksanakan di Boulevard dengan musda di hotel Grand Daffam.

"Musda di Boulevard hotel adalah pikiran-pikiran, tentang membesarkan golkar,  tentang penyatuan dan kedaulatan golkar, Sedangkan musda di Daffam hotel adalah musda kader golkar tentang perpecahan, tentang menghabisi kehidupan golkar. Itulah perbedaanya," jelas Syukur.

Syukur juga bilang bahwa kepemimpinan Alien Mus tidak punya kapasitas untuk mengancam dan memecat kaders partai golkar yang menjadi anggota DPRD.

"Belum apa-apa Alien Mus sudah mengeluarkan ancaman katanya akan di periksa anggota DPRD di Maluku Utara. Alien mus dengan Arifin Djafar tidak punya kapasitas disitu, yang berhak adalah DPP Partai Golkar," terang Syukur.

Tak hanya, Mandar juga menilai cara memimpin Alien Mus membuat partai Golkar di Maluku Utara kehilangan pamor.

"Dengan cara inilah Alien memimpin partai golkar ? orang yang tidak setuju dengan sikapnya, tidak setuju dengan tindakannya di pecat di keluarkan dari golkar. Itulah yang membuat golkar kehilangan ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, kehilangan bupati dan walikota, akhirnya yang dikumpulkan adalah orang orang yang tidak mengerti golkar," sesal Syukur.

Masih Syukur mengatakan di musdanya ia merangkul kader golkar yang sudah meninggalkan golkar untuk diajak kembali masuk ke golkar dan banyak sekali potensinya.

"Dua hari yang lalu saya bertemu bapak Ahmad Mahifa tokoh golkar mantan walikota Tidore dua periode, beliau berkata kita harus siap membenahi golkar, saya juga bertemu dengan bapak Hein Namotemo, mereka siap bergabung. Itu artinya kami ingin menghimpun potensi membesarkan partai golkar, sementara di sana yang ada mengancam dan pecat orang," sambung Syukur.

Walau begitu, Syukur menegaskan dirinya sudah menyusun kepengurusan dengan basis ketokohan, mencari orang memiliki kemampuan, dan sudah rampung.

"Biarkan saja DPP yang menilai, kami melakukan ini berdasarkan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) serta juklak 02 tahun 2020 Musyawarah dan pengambilan keputusan partai golkar," ujar Syukur.

Syukur mempunyai alasan terkait dengan pelaksaan Musda yang tak di hadiri  pengurus DPP. Ia menjelaskan bahwa di dalam AD/ART  Pasal 28 tentang kepesertaan Musda DPP adalah salah satu unsur, dari sekian unsur, dan pasal 18 tentang qourum yang menentukan sah atau tidak bukan kehadiran DPP,  tapi qourum itu ditemtukan dari 2/3 peserta musda.

"Ini partai politik, kami meminta DPP mempertimbangkan sebaik-baiknya, serasional mungkin bahwa kekuatan golkar yang ada di Alien mus tidak boleh di pilih satu diantara kami. Kami siap merangkul Alien mus dan jajarannya untuk kita kompromi dalam membangun partai Golkar, " ajak syukur.

Diakhir konferensi persnya Syukur Mandar membuka diri untuk merangkul Alien Mus dan jajarannya.

"Tidak mungkin DPP Golkar membuang satu diantara kami dan kami yakin DPP akan mengakomodir kami,  karena loyalitas politik dan kekuatannya ada di kami. Olehnya itu, kami ingin menyajikan pikiran-pikiran tentang mendesain golkar sebagai lembaga publik yang mampu mendorong kepentingan-kepentingan publik di perlemen dan pemerintahan sehingga partai golkar di cintai oleh warga Maluku Utara," tutup Syukur. (red/tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini