Terkait Virus Corona, Ketua MUI Minsel: 'Tidak Ada Larangan Sholat Jumat'

Editor: Admin author photo
Foto: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Minahasa Selatan H.Ahmad Isak saat memberikan Tausiah di Desa Sapa Timur 


MINSEL- Pada tahun 2020 ini Umat Manusia dihadapkan pada situasi dimana semakin merebaknya Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona. Menghadapi kondisi ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Minahasa Selatan mengajak seluruh umat Islam se-Minsel untuk bersama-sama menangani virus corona.

Hal ini disampaikan Ketua MUI Minsel H. Isak Ahmad lewat Tausiah (Ceramah Agama) pada kesempatan malam takziyah atau penghiburan disalah satu duka yang ada di Desa Sapa Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.

"Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi hal yang dapat menyebabkan terpaparnya penyakit," Katanya, Sabtu (21/03) Malam.

Lanjutnya, Bahwa menjaga kesehatan itu wajib bagi setiap muslim.

"Karena hal ini menjadi bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams)," tambahnya.

Terkait dengan mewabahnya virus corona, Seperti diketahui bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa akan larangan sholat jumat bagi orang yang menderita virus tersebut, Dirinya menilai banyak pemberitaan salah terkait fatwa MUI No 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

Dia menjelaskan, Bahwa fatwa MUI tidak melarang orang untuk melaksanakan salat Jumat. Apalagi sampai menyuruh orang tidak salat Jumat dengan alasan adanya wabah.

"Ini perlu diluruskan, bahwa sholat Jumat hukumnya wajib. Tidak ada yang namanya MUI menyuruh orang tidak salat Jumat dengan alasan wabah virus corona. Yang dilarang, yakni bila orang tersebut betul-betul sakit atau secara jelas terpapar virus, maka harus mengisolasi dirinya. Karena bisa menularkan pada orang lain. Jika dia yang memaksakan diri ke luar bebas, berarti telah berbuat bahaya pada orang lain. Kemaslahatan orang banyak harus menjadi perhatian," Tegas Ketua MUI.

Dalam kata penutup Tausiahnya, ia mengajak para masyarakat agar menyikapi virus corona ini sebagai media untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha ESA.

"Tak ada ujian yang Tuhan berikan diluar batas kemampuan manusia, Olehnya jadikan cobaan akan virus ini agar senantiasa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan berbuat hal yang lebih baik," Tutupnya.

Acara Takziyah ini juga dihadiri oleh Hukum Tua (Kades) Desa Sapa Timur Ronny Lengkey, Hukum Tua Sapa Induk Rita Pangkey, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan masyarakat Desa Sapa Raya. (Ir)

Share:
Komentar

Berita Terkini