Aksi Djong Halmahera Tabrak Maklumat Kapolri.

Editor: Admin author photo
Kepala Kesbangpol : Masa Aksi Keliru dan ada Kepentingan Lain

Masa Djong Halmahera Saat Melakukan Aksi

JAILOLO – Sekelompok massa aksi yang mengatasnamakan Jong Halmahera, nekat melanggar Maklumat Kapolri nomor : Mak/2/III/2020, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Massa aksi yang nekat melanggar Maklumat Kapolri ini dibuktikan, pada Selasa, (14/4) kemarin massa aksi yang berjumlah kurang lebih 10 orang menggelar aksi unjuk rasa di jalan masuk Pelabuhan Jailolo dan membuat kerumunan.

Padahal sesuai maklumat Kapolri poin satu, tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum ataupun lingkungan sendiri. Dari poin satu itu, dipertegas juga di poin D, tidak boleh unjukrasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lain yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak.

Salah satu massa aksi Hikayat Hi.Marjud saat aksi menyampaikan, massa aksi menunggu Bupati di pelabuhan Jailolo, namun bupati sendiri tidak turun di pelabuhan Jailolo, namun masuk ke pelabuhan Desa Guaemaudu yang dekat dengan kediaman Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Barat Syahril Abduradjak.

"Kami merasa dipermaikan, kami menunggu di pelabuhan Jailolo, tapi pak Bupati lari ke pelabuhan Sekda," cetus Hikayat singkat.

Aksi yang digelar sekitar pukul 17.00 WIT, di jalan masuk pelabuhan Jailolo, diwarnai aksi nekat membakar ban bekas sebagai bentuk protes dan mengakibatkan kemacetan di areal pelabuhan.

Massa aksi yang berorasi kurang lebih satu jam dan tidak bisa menemui Bupati, sekitar pukul 18.00 WIT, massa aksi kemudian bergerak menuju pertigaan Desa Gufasa, tepatnya di jalan menuju Pasar Jailolo.

Kepala Kesbangpol Halbar M. Syarif Ali ketika dikonfirmasi terkait tuntutan massa aksi ingin bertemu Danny Missy adalah keliru.

"Saya rasa massa aksi punya kepentingan lain, jika punya niat baik bertemu pak bupati, kenapa tidak datang secara baik baik, tapi datang menggunakan mikrofon yang dilengkapi dengan spanduk atau alat peraga aksi," jelasnya.

Mantan Kabag Humas Pemkab Morotai ini menambahkan, kepergian bupati ke ke jakarta bisa dibilang sangat nekat karena memikirkan kepentingan masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD).

"Bupati sendiri sudah tau Jakarta merupakan daerah Zona Merah Covid-19, namun karena kepentingan masyarakat dan untuk mendapatkan APD yang saat ini langkah, bupati nekat menerobos dan mempertaruhkan diri untuk ke Jakarta," terangnya.

"Saat ini masyarakat terkonsentrasi menghadapi penyebaran Covid-19, jadi jangan buat gaduh dengan melakukan aksi yang disusupi dengan kepentingan yang tidak berpihak kepada masyarakat," pintanya

Lafdi sapaan akrab M. Syarif menambahkan, Bupati sangat paham tentang protocol kesehatan, sehingga setiap aktifitas yang melibatkan banyak orang Bupati tidak akan menghadiri, jika tidak bersifat urgen dan mendesak.

"Saat ini pak Bupati telah melakukan karantina mandiri, jadi tidak benar pak bupati tidak mengikuti protocol kesehatan. Jika dibilang pak bupati tidak peduli tentang penaganan Covid-19 di Halbar, tidak akan mungkin menerobos ke Jakarta untuk melobi APD yang saat ini sangat langkah diseluruh Indonesia," pungkasnya. (zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini