Darurat Corona, Pemdes Sapa Timur Batasi Jam Keluar Masuk Desa

Editor: Admin author photo
Foto: Ronny Lengkey Hukum Tua Sapa Timur bersama Istri saat Melakukan penjagaan di jalan akses masuk Desa
MINSEL- Virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) semakin bertambah jumlahnya, Pemerintah Provinsi Sulut menetapkan status tanggap darurat bencana non-alam corona virus disease (covid-19) selama 30 hari. Penetapan status itu terhitung sejak 3 April sampai 2 Mei 2020. Hari ini Pemerintah Provinsi Sulut mengumumkan penambahan tiga pasien yang terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19.

Dengan penambahan ini, artinya sudah ada delapan kasus orang terinfeksi virus corona di Sulut.

Hal ini membuat Pemerintah Desa Sapa Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Memperketat penjagaan akses masuk Desa. Masyarakat dibatasi jam keluar masuk desa.

"Mulai hari ini, kami perketat akses jalan masuk desa. Kalau kemarin saat orang yang akan masuk desa, kami cukup mengukur suhu badan. Namun dengan adanya penambahan jumlah pasien yang Positif Corona di Manado, maka kami secara tegas membatasi setiap masyarakat yang keluar masuk desa. Mulai jam 9 malam masyarakat dilarang masuk keluar desa," Ujar Lengkey, Rabu (08/04).

Hal ini menurutnya, sebagai bentuk antisipasi pemdes dalam mewaspadai segala kemungkinan yang ada.

"Ini bukan kemauan kami, namun semua demi kepentingan orang banyak. Saat ini cukup berdiam dirumah dulu," Tambahnya.

Sesuai dengan pernyataan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut Steven Dandel mengatakan, bahwa jumlah pasien postif corona di manado, Dari lima orang bertambah menjadi delapan orang. Selain itu, ada 20 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 306 orang dalam pemantauan (ODP) di Sulut. (Ir)

Share:
Komentar

Berita Terkini