Ditengah Wabah Corona, Pemkab Minsel Ajak Masyarakat Agar Tetap Bertani

Editor: Admin author photo
Foto: Kadis Pertanian Minahasa Selatan Franki Pasla 


MINSEL- Ditengah wabah covid-19 seperti ini, Pemerintah meminta masyarakat agar membatasi diri dengan tidak keluar rumah. terkecuali dalam keadaan darurat. Namun di Minahasa Selatan (Minsel) sendiri, yang masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai Petani. Hal ini sehingga pemerintah kabupaten minsel menghimbau kepada masyarakat yang berprofesi petani agar jangan takut melakukan aktivitas di kebun, namun sesuai protokol yang ada.

Hal ini ditegaskan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Ia mengatakan bahwa sektor pertanian mampu menjadi penguat bangsa menghadapi pandemi ini. Karena selain menyediakan pangan bagi 267 juta masyarakat, pertanian juga sebagai penyerap tenaga kerja, bahan baku industri dan menjaga stabilitas negara.

“Pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa dampaknya bagi aspek kehidupan kita. Namun pertanian tidak boleh berhenti terutama untuk melawan serangan ini. Aspek pertanian yang menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini saatnya kita menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bangsa, tentunya dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 saat beraktivitas ditengah lapangan,” kata CEP, Selasa (21/04).

Bupati CEP, Melalui Kadis Pertanian Minsel Franki Pasla memastikan ketersediaan kebutuhan pangan di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) tetap aman hingga Lebaran Idul Fitri nanti.

"Ketersediaan pangan di Minsel tetap aman, meskipun sekarang ini lagi pandemi COVID-19. Untuk saat ini hingga bulan puasa Ramadhan sampai Idul Fitri masih tetap aman," ujar Pasla di ruangannya.

Ia mengatakan produktivitas pangan seperti padi dan komoditas lainnya untuk Minsel mencukupi.

Produktivitas pangan di Kabupaten Minsel secara umum mampu membantu kebutuhan nasional, Menurut Pasla, di saat pandemi COVID-19 ini memang banyak hal yang perlu dipersiapkan karena bukan hanya pada persoalan orientasi medis atau masalah kesehatan tetapi juga berdampak pada ekonomi dan ketersediaan pangan.

"Di tengah Covid-19 seperti ini, Para petani jangan takut berkebun. Meskipun keadaan seperti ini, kan masyarakat tetap butuh pangan. Petani kita tetap berproduksi dan melakukan distribusi secara lancar," tandasnya. (Ir)
Share:
Komentar

Berita Terkini