dr. Syafrullah: Status SR Sebagai ODP Sesuai Diagnosa

Editor: Admin author photo
Foto: Conference Pers Tim COVID-19 Halbar

JAILOLO – Tim Satuan Guguas Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) menegaskan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 terhadap almarhumah SR yang meninggal dunia pada tanggal 20 April lalu sudah sesuai diagnosa tim medis Rumah Sakit Jailolo (RSUD) Jailolo.

Direktur RSUD Jailolo dr. Syafrullah Radjiloen yang didampingi Juru Bicara (Jubir) Tim Satgas COVID-19 Halbar, Chuzaemah Djauhar, dan Kadinkes Rosfince Kalengit saat melakukan konferensi pers di ruang Media Center, Rabu (22/04). Syafrullah menyampaikan saat ini pemberitaan tentang informasi penganan COVOD-19 semua data yang diserahkan ke Jubir Tim Satgas COVID-19 sehingga penyampaian informasi melalui satu pintu.

Syafrullah menambahkan mengenai status ODP terhadap almarhumah SR itu sesuai diagnosis tim medis yang kemudian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Halbar dan  Dinas Kesehatan menyampaikan hal itu ke Tim Satgas Provinsi.

"Diagnosa yang bisa kami lakukan dari pihak RSUD Jailolo adalah memakai laboraturium termasuk  rapid test dan belum bisa memakai radiologi untuk memastikan beberapa penyakit terkait dengan penetapan status serta bagaimana mekanisme pelaporan COVID-19 di Halbar  untuk dilaporkann  ke provinsi dan diteruskan ke pusat. Jadi semua pelayanan baik dari puskesmas maupun rumah sakit akan menyampaikan data ke dinas kesehatan kabupaten untuk mengolah data ini untuk di sampaikan ke dinas kesehatan provinsi,” cecar Direktur RSUD Jailolo.

Dia menegaskan untuk status almarhumah SR. Setelah dilakukan diagnosa sebagai ODP, hal tersebut berdasarkan diagnosa awal yang disampaikan ke Dinas Kesehatan.

“ Almarhumah kami diagnosa ODP dan juga ada beberapa diagnosa tambahan yang kami sertakan  berdasarkann hasil temuan finis pasien yaitu infeksi salah satu organ mengarah ke diagnose ODP maupun PDP, tapi belum sempat kami laksanakan salah satu rangkaian pemeriksaan kami berkesimpulan dan menetapkan sebagai ODP dengan diagnose banding atau deferensial diagnose, dan statusnya tetap ODP,” ucap Syafrullah.

Direktur RSUD Jailolo ini menjelaskan terkait perdebatan soal status almarhumah SR yang tiba-tiba berstatus ODP itu, setelah dilakukan diagnosa saat almarhumah masuk rumah sakit dan ditemukan ada gejala COVID-19. Sebab melakukan kontak erat dengan cucunya baru datang dari Surabaya.

“ Hasil diagnose ini disampaikan ke Dinkes Halbar kemudian Dinkes Halbar melanjutkan ke tim Satgus Provinsi. Nah, hasil konsultasi dengan Satgus Provinsi, maka almarhumah SR ditetapkan sebagai ODP COVID-19,” jelasnya.

Lanjut Syafrullah, tim satgus provinsi kemudian menaikan status almarhumah SR menjadi PDP. Setelah dilakukan kajian, karena sesuai protap Kemenkes, penggolongan PDP. Jika memenuhi tiga kriteria, yakni pasien mengalami demam, batuk ada masalah pernapasan, dan riwayat kontak berat, pasien dengan gejala yang sama. Tapi berasal dari daerah transmisi dan jika pasien dengan Phenumonia sampai Pnenumonia berat tanpa melihat riwayat kontak atau riwayat transmisi langsung ditetapkan PDP.

“ Jadi untuk almarhumah SR masuk dalam kategori pasien dengan gejala phenumonia berat, sehingga tanpa melihat kontak serta dari daerah transmisi, maka langsung ditetapkan sebagai PDP,"jelasnya

Terpisah Kadinkes Halbar, Rosfince Kalengit, menjelaskan dari sisi pelaporan pihaknya setiap kali melapor ke provinsi ini sudah konfirmasi dengan pihak rumah sakit. Karenanya, kejadian apapun dari puskesmas maupun rumah sakit tetap akan tercover dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi.

“ Untuk kejadian dua orang yang meninggal kemarin, karena pelaporan yang diminta dari provinsi batasnya pada jam 11 siang. Nah, diatas jam 11 itu masuk pada laporan besoknya. makanya ada yang terkaget ketika ada berita dari provinsi,” papar Rosfince.

Rosfince menambahkan terkait dengan status apapun yang terjadi di puskesmas maupun rumah sakit atau di masyarakat terkait dengan COVID-19 akan tercover. 

  Datanya nanti diberikan ke Jubir untuk disampaikan ke public,” tutupnya. (zu3/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini