Kades Cemara Jaya Tidak Aniaya Warga

Editor: Admin author photo
Gunakan Parang Sabit, Weta Ajak Kades Adu Jotos

Kades Cemara Jaya Saat Di Wawancari Wartawan (foto:ist)


Wasile-Terkait pemberitaan Kasus penganiyaan terhadap salah satu Warga Desa Cemara Jaya Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur yang dilakukan oleh kepala Desanya ini tidak benar adanya.

Kepada Awak media Edwar Yunus kepala Desa Cemara Jaya membantah kejadian tersebut. Ia beralasan penganiyaan yang diberitakan (23/3) di beberapa waktu lalu tidak benar.

Edwar mengatakan kejadian awal dimulai dengan ajakan yang bersangkutan untuk memprovokasi warganya.

"Kronologis awal kejadian bahwa bersangkutan Weta menghampiri Warga petani dan saya di sekitar lahan pembuatan jalan tani, namun saya memberikan peringatan untuk jangan memprovokasi warga," ungkap Edwar. Kamis (2/4/20) di kediamannya.

Lanjut Endwar menceritakan bersangkutan kemudian mengangkat parang Sabit dan mengancam dirinya tetapi di cegat warga.

"Yang bersangkutan kemudian melepaskan Parang sabit dan mengundang saya untuk adu tanding tetapi saya tidak mengindahkan ajakan tersebut, dengan itikad saya menghampiri yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan, tapi dia langsung melayangkan tendangan dan pukulan ke saya mengenai pelipis mata sebelah kiri," ungkap Edwar Lagi.

Atas kejadian itu bagi Edwar. Weta-lah yang mengundang dirinya untuk aduh jotos jadi bukan tindakan penganiyaan. "Saya langsung memberikan pengajaran terhadap yang bersangkutan di situ la terjadi adu tanding bukan penganiyayaan," cetusnya kades Cemara Jaya itu.

Tidak hanya itu Edwar juga membantah dirinya melakukan sosialisasi dalam melaksanakan program pemerintah Desa Cemara Jaya.

"Terkait tidak ada sosialisasi untuk pembangunan jalan tani tersebut itu tidak benar karna untuk pembangunan jalan tani sudah di rancang dan di tuang kan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk 6 tahun ke depan. Dan ini sudah di sepakati dalam hasil musyawarah Desa," jelas Kades.

Sementara itu diwaktu yang sama Suyadi ketua kelompok Tani Desa Cemara Jaya yang juga sebagai saksi mata pada saat kejadian tersebut membenarkan bahwa itu bukan suatu perbuatan penganiayaan akan tetapi itu adalah adu tanding antara keduanya

"Pak Weta ini datang sambil membawa parang sabit langsung mendekati pak kades dengan bertanya "kenapa jalan taninya dipindahkaan"? kenapa tidak di jalan yang aslinya? kemudian pak Kades menjawab sesuai dengan peta jalan tani ada di sini," cerita Yadi sembari meniru percakapan waktu itu.

Lanjut Yadi bilang Weta tidak diam dan sengaja hendak membatalkan pembangunan jalan tani maka pemerintah Desa memberikan peringatan kepada pak Weta, tidak menghiraukan peringatan itu Weta mengancam kades dengan parang Sabit.

"Pak Weta mengguna kan parang sabit untuk memotong pak kades tapi kemudian warga di sekitar berteriak dan melerai sehingga parang tersebut jatuh," pungkasnya.

"Pak Weta adalah salah satu Warga yang selalu membuat keresahan di seputaran warga yang ada di desa Cemara Jaya," tutup Yadi. (red-tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini