Kepergok Bersama Istri Orang di Dalam Kamar, Oknum Kades Dilaporkan Ke Polisi

Editor: Admin author photo
Foto: Brigpol Muhammad Umral Badar penyidik Polsek Taliabu Barat

TALIABU- Ada-ada saja ulah oknum Kepala Desa (Kades) yang satu ini. Bukannya, melayani masyarakatnya. Kepala Desa di Kabupaten Pulau Taliabu ini justru kepergok bersama isteri orang di dalam kamar oleh suami si perempuan, Waduuh.

Oknum Kepala Desa di kecamatan Lede ini. Di ketahui berinisial KH diduga telah melakukan tindak pidana atas percobaan perzinahan terhadap istri dari LM alias Laode warga Desa Lede.

Dari informasi yang di himpun media ini,  LM alis Laode telah melaporkan kasus ini pihak berwajib sebagaimana isi laporannya dengan Nomor : 12/III/2020/PMU/RES Sula/Sek Talbar tanggal 26 Maret 2020 menyebutkan, pada hari rabu tanggal 25 Maret 202 sekira pukul 00.30 WIT bertempat di Desa Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu. Di mana pelapor memergoki istrinya bersama oknum kades sedang berduaan di dalam kamar di rumah mertuanya.

Penyidik Polsek Taliabu Barat (Talbar),  Brigpol Muhamad Umral Badar, saat di konfirmasi media ini diruang kerjanya, Selasa (14/4) lalu. Dia mengatakan bahwa kasus ini sudah di tindaklanjuti.

" Iya laporan pelapor telah kami tindaklanjuti, dimana kami telah melayangkan surat panggilan kepada terlapor untuk dimintai keterangnnya sebagai saksi pada hari kamis (16/4/2020) lusa,” ucap Muhammad Umral.

Muhammad Umral menyebut bahwa sebelumnya kasus ini pihaknya telah melakukan upaya mediasi, namun terlapor tidak hadir.

"Awalnya kita sudah lakukan upaya mediasi, tapi tidak ketemu antara dua bela pihak, kita panggil terlapornya juga tidak hadir tanpa alasan. Makanya pihak korban membuat laporan untuk di proses secara hukum,” ungkap Umral.

Sementara itu, kuasa hukum terlapor Sherly ketika di mintai keterangan atas ketidakahdiran kliennya pada proses mediasi itu, ia membenarkan hal tersebut.

"Iya betul itu, tapi setelah itu saya menghadap ke pak umral selaku penyidik dan pak umral mengatakan nanti kita buat surat panggilan saja, karena waktu itu mungkin pak umral masih ada urusan sdikit di luar,” tutur sherly.

Atas surat panggilan yang telah dilayangkan kepada kliennya. Lanjut sherly, pihaknya akan kooperatif dan mengikuti proses hukumnya.

"Kita tetap kooperatif dan mengikuti alur dan proses hukumnya, kita tetap menghargai,” cetus Sherly.

Kendatipun demikian, Sherly berharap kalaupun bisa di mediasi kenapa tidak di lakukan. Sebab menurutnya seperti kasus yang sebelumnya juga pernah terjadi, di mana pihaknya juga   melakukan mediasi.

"Masalah ini juga kan sudah pernah kita mediasi di desa lede dan kita lakukan dan waktu itu bagus, tapi ini kita belum tahu. Ini kan masih tahap awal, kita tetap ikuti saja,” katanya.

Ulah dari oknum kades ini, bukan baru kali ini. Tetapi kasus tersebut telah pernah dilakukan oknum kades ini di akhir tahun 2019 lalu dengan istri pelapor, namun di selesaikan secara kekeluargaan.(Ari/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini