Langgar Maklumat Kapolri, Polres Halbar Tangkap Pengunjuk Rasa

Editor: Admin author photo
Foto: Salah satu pengunjuk rasa Jong Halmahera diamankan Anggota Polres Halbar

JAILOLO,NT-Polres Halmahera Barat (Halbar) tangkap pengunjuk rasa  saat menggelar aksi di depan Kantor Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halbar, Senin (27/04/2020).

Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Jong Halmahera ini sudah tercatat tiga kali melanggar Maklumat Kapolri. Aksi pertama di gelar pada 14 April lalu, namun  Polres Halbar sudah melakukan teguran. Akan tetapi teguran pihak kepolisian setempat tidak diindahkan dan Jong Halmahera.

Aliansi Jong Halmahera kemudian kembali menggelar aksi pada tanggal 26 April, tapi aksi tersebut kembali dibubarkan dan Polres Halbar memberikan peringatan kepada massa aksi untuk tidak lagi menggelar aksi.

Nampaknya, Aliansi Jong Halmahera tidak menghiraukan instruksi Polres Halbar sehingga kembali melakukan aksi di depan kantor BPBD Halbar. Alhasil, para pengunjuk rasa langsung dibubarkan oleh pihak kepolisian, namun rupanya pendemo melakukan perlawanan, sehingga anggota Shabara langsung mengambil tindakan dan menangkap massa aksi kemudian di bawa ke Polres Halbar.

"Massa aksi tidak di tahan, mereka hanya dilakukan pembinaan. Untuk surat pernyataan antara massa aksi dan Polres nanti dikonfirmasi lagi ke Kasat reskrim,"singkat Kapolres AKBP. Aditya Laksimada, ketika dikonfirmasi.

Aksi yang dilakukan Jong Halmahera, karena menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halbar tidak serius menangani penyebaran Covid-19 di Halbar. Selain itu Jong Halmahera juga merasa kecewa terhadap Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Syahril Abduradjak, karena pada aksi yang dilakukan Minggu (26/04) lalu, Sekkab menyampaikan akan melakukan hearing dengan massa aksi pada senin kemarin, namun kenyataannya, Sekkab sendiri mengingkari janji dan tidak mau menemui massa aksi.

"Kami sudah siapkan semua saran dan pendapat untuk disampaikan ke Pemda dalam penaganan Covid-19, namun saat kami konfirmasi ke BPBD, katanya belum ada konfirmasi dari pak Sekda untuk dilakukan hearing, sehingga kami menilai Pemkab mempermainkan kami,"teriak Koordinator aksi Hikayat Abdurahman saat menggelar aksi.

Terpisah Sekkab Syahril Abduradjak ketika dikonfirmasi mengaku, aksi pekan lalu dari pihak kepolisian menghubungi dirinya terkait permintaan massa aksi untuk melakukan hearing, namun dirinya meminta jika hearing bersama pemkab, nanti dilakukan hari senin di kantor Bupati dengan menyampaikan surat resmi, sehingga tidak perlu ada demonstrasi.

"Tapi saya tunggu di kantor Bupati tidak ada surat yang masuk dan tiba tiba ada demo di kantor Bencana Alam,"jelas Syahril. (zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini