Salim Ganiru Balik Sebut Jubir Fraksi Pembaharuan Tak Mengerti Regulasi

Editor: Admin author photo
DR. Salim Ganiru (Sekda Pemkab Pultab)

TALIABU- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pulau Taliabu (Pultab), Salim Ganiru, menanggapi pernyataan, Amrin Yusril Angkasa, juru bicara (Jubir) Fraksi Pembaharuan DPRD Pultab. Yang menuding dirinya gagal fokus.

Penyebutan ’Gagal Fokus’ Amrin Yusril Angkasa yang dialamatkan kepada dirinya. Setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  Pemkab Pultab selesai membahas perubahan anggaran untuk penanganan COVID-19. Pasalnya, Sekda Salim Ganiru, mengatakan perubahan anggaran penanganan COVID-19 tak perlu persetujuan DPRD. Hal itu membuat  Amrin Yusril Angkasa seolah kebakaran jenggot dan mengeluarkan pernyataan tidak etis.

Menurut Salim Ganiru, pihaknya sangat menyesalkan pernyataan gagal fokus yang dilontarkan jubir Fraksi Pembaharuan itu.

"Saya menyesalkan pernyataan gagal fokus dari jubir fraksi pembaharuan itu. Apa yang saya katakan itu sudah jelas di katakan sesuai PERPU Nomor 1 tahun 2020 tentang stabilitas keuangan negara dan penanganan COVID-19,  Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 Pasal 4 dan Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020,” jelas Salim Ganiru kepada wartawan ketika di temui diruang kerjanya, Rabu (15/4/2020).

Bukan hanya itu, Salim Ganiru, mengaku bahwa dirinya pernah melakukan telekonference bersama kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan konsultasi ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku Utara.

“ Kemarin tanggal 8 April 2020 kita video konference dengan kemendagri tentang refocusing dan realokasi anggaran sesuai Permenkeu Nomor 6 tahun 2020, dan semua ini sebelum kita bikin sudah kita konsultasi dengan BPKP tentang pergeseran anggaran ini. Jadi kalau saya di katakan gagal fokus, dimana gagal fokusnya.” tanya Salim.

Atas pernyataan tersebut. Bagi Salim Ganiru, Jubir pembaharuan tidak mengerti regulasi.

“ Saya terus terang mau bilang kalau tidak tahu jangan komentar, kalau tidak mengerti jangan komentar, dari pada mengerti cuman stengah-stengah,” ucap DR. Salim Ganiru.
Salim menambahkan pembahasan anggaran untuk COVID-19 ke DPRD sifatnya hanya pemberitahuan, setelah anggaran itu telah di bahas oleh TPAD. 

“ Di poin 6 pada Permendagri di jelaskan, setelah TAPD selesai membahas anggaran. DPRD di beritahukan saja tidak perlu persetujuan. Dia harus banyak belajar, saya kasihan sekali deng dia (Amrin Yusril Angkasa-Red) itu, kalau dia tidak tahu lebih baik dia tanya dulu jangan tong kosong nyaring bunyinya,” semprot Salim.

Untuk finalisasi dari persiapan Rp. 35 Milyar yang telah di bahas oleh TPAD. Salim Ganiru, mengatakan  tidak akan berubah lagi. 

" Kita sudah fokus ke angka tersebut, karena batasnya tingga jam 12 sebentar malam dan sudah harus di laporkan ke Kemendagri,” tuturnya.

Dia menegaskan anggaran Rp. 35 miliar tersebut peruntukan untuk tiga hal.

"Ada 3 aspek yang mau di peruntukan lewat anggaran tersebut melalui instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, sosialisasi dari BPBD dan Jaring pengaman sosial (JPS) yang nantinya Pemkab Pultab akan memberikan bantuan pangan serta implikasi dampaknya,” tutupnya.(Ari/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini