Silang Pendapat IWIP dan SPSI Halteng

Editor: Admin author photo

Disnakertrans Halteng di Surati SPSI


WEDA-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) secara resmi melayangkan surat pemberitahuan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) tentang rencana mogok kerja seluruh karyawan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua II Tim Devisi Advokasi Hubungan Industrial (SPSI) Kabupaten Halteng,  Asnawi Lestaluhu, menegaskan rencana mogok kerja seluruh karyawan PT. IWIP akan dilaksanakan tanggal 20 April 2020 mendatang.

Lantaran, pihak SPSI Halteng dan manajemen PT.IWIP sudah melakukan 3 (tiga) kali perundingan untuk membicarakan masalah nasib ratusan karyawan yang tidak lagi diterima oleh pihak perusahan setelah melakukan cuti. Bahkan, gaji basic pun tidak dibayar pihak perusahan asal tirai bumbu ini.

“Upah karyawan belum dibayar pihak perusahaan dan belum dipangil kembali bekerja setelah melakukan cuti dan dirumahkan kami sebagai serikat SPSI sudah tiga kali melakukan perundingan dengan managemen perusahaan tetapi tidak ada solusi dan mendapat jalan buntuh sehingga langkah selanjutnya kami menyurat ke Depnaker Halteng sebagai pemberitahuan mogok kerja seluruh karyawan lingkar tambang,” tegas Asnawi Lestaluhu kepada wartawan media ini, Sabtu (18/07/2020).

Menurut Asnawi sebuah keputusan perusahan dalam forum perundingan itu telah menyebutkan bahwa jika karyawan tidak bekerja, maka gaji tidak akan dibayarkan. Baginya, sebuah keputusan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan bertentang dengan Undang-Undang 13 Tahun 2003 Pasal 93 dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Pasal 25 tentang pengupahan. Atas dasar itulah, maka SPSI Halteng mengambil langkah melakukan mogok kerja seluruh karyawan PT. IWIP.

“Dalam mogok kerja yang dilakukan SPSI menuntut kepada PT IWIP segera panggil karyawan baik yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Halteng maupun KTP luar Halteng dilingkup Provinsi Maluku Utara untuk dipekerjakan kembali,” tegas Asnawi.

Lanjut Asnawi, SPSI Halteng juga mendesak perusahaan segera bayar upah kerja basic secara full apabila tidak ada tanggapan dari pihak perusahan, maka SPSI tetap mengambil langkah langkah yang lain.

“ Kami akan  lihat dulu apakah dalam mogok nanti kalau tidak ada respon kita akan bicarakan lagi untuk menempuh langkah selanjutnya,” tutur Asnawi. (dir/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini