SPSI Suarakan Mogok Kerja, JPKP Halteng: Itu Bukan Solusi

Editor: Admin author photo
Humas JPKP Halteng Rosihan Anwat

WEDA-Humas Jaringan  Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Rosihan Anwar angkat bicara selama darurat kesehatan akibat COVID-19 yang mengakibatkan  banyak perusahaan telah mengambil beberapa opsi dari sekian tindakan.

Salah satunya adalah karantina kesehatan dan pencegahan lainnya di tengah mewabahnya COVID-19. Hal tersebut menjadi salah problem yang cukup serius terkait hak ketenagakerjaan dan upah.

Menurut Rosihan Anwar, hal itu sangat berdampak terhadap rencana aksi mogok kerja karyawan PT.IWIP merujuk pada pemberitaan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Tentu JPKP Halteng mendukung, tetapi itu bukan solusi, perlu ada pertimbangan lain.

Selain mogok kerja yang disuarakan SPSI. Rosihan Anwar, mengkhawtirkan persoalan ini kian rumit dan akibatnya pekerja buruh yang dirugikan misalnya PHK akibat dari mogok yang berujung pada anarkis. “ Di sini siapa yang bertanggung jawab pada keluarga dan anak istri pekerja,” ucap Rosihan Anwar kepada wartawan media ini, Sabtu (18/04/2020).

Rosihan Anwar berharap agar membangun kesepakatan lewat musyawarah untuk mencapai mufakat sesuai aturan perundang-undangan berlaku.

“ JPKP berharap DPRD dan Pemerintah Daerah melalui dinas terkait agar menyeseriusi masalah ini jangan sampai ada korban yang mengakibatkan DPRD dan Pemda mendapatkan penilaian buruk di kalangan masyarakat maupun pekerja,” tutupnya. (dir/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini